TULUNGAGUNG– Suara kekecewaan terdengar dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, ketika membahas soal video mesum yang viral.
Lantaran lokasi video mesum itu disebut terjadi di musala kompleks GOR Lembu Peteng, jalan Tulungagung Trenggalek, Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung.
Musala tersebut berada dalam lingkup area kantor Dispora Tulungagung, sehingga menjadi tanggung jawab dinas terkait.
Sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas pengelolaan kawasan GOR, Mugiyono merasa terpukul.
Bukan hanya karena lokasi itu berada di bawah pengawasan dinas yang dipimpinnya, tetapi lebih karena nilai-nilai yang dicederai oleh peristiwa tersebut.
“Saya sangat menyayangkan. Ini bukan semata tentang malu karena viral, tapi ini juga soal tempat ibadah yang tidak dijaga kesuciannya,” ucapnya dengan nada serius, Kamis (3/7/2025).
Video berdurasi pendek itu pertama kali diunggah akun TikTok @robeg55. Menampilkan seorang pria paruh baya dan seorang perempuan muda di teras musala yang berhadapan langsung dengan tembok sisi selatan area GOR.
Dalam video itu, keduanya tampak melakukan tindakan yang tak patut di ruang publik, terlebih lagi di tempat yang semestinya menjadi ruang suci untuk beribadah.
“Musala itu terpisah dari kantor dispora. Tapi masih satu area GOR, jadi tetap tanggung jawab kami. Saya sudah beberapa kali ke sana, memang sering jadi tempat istirahat warga, dari Tulungagung maupun luar kota,” katanya.
Dia mengaku belum tahu pasti kapan kejadian itu berlangsung. Namun, dari pengamatannya di lapangan, ada hal-hal yang tidak sesuai dengan jam ramai di musala tersebut.
“Kalau katanya jam tiga sore, saya ragu. Karena jam setengah tiga biasanya sudah banyak orang yang datang untuk salat. Bisa jadi kejadiannya sebelum atau setelah Zuhur. Di sana memang belum ada CCTV, tapi ada penjaga kamar mandi dan musala,” jelasnya.
Mugiyono tak menampik bahwa pengawasan di kawasan GOR belum maksimal, terutama di sudut-sudut sepi seperti sisi belakang musala.
Namun menurutnya, ini menjadi momentum untuk evaluasi.
“Sudah saya koordinasikan untuk segera menambah CCTV. Tapi bukan hanya itu. Kami juga akan meningkatkan pengawasan petugas. Tempat umum seperti ini memang rawan, dan ini jadi pelajaran bagi kami,” ujarnya.
Bagi Mugiyono, yang paling penting bukan sekadar memperketat pengawasan. Dia berharap ada kesadaran dari masyarakat.
Editor : Didin Cahya Firmansyah