TULUNGAGUNG – Akses dari Kecamatan Kalidawir menuju jalur lintas selatan (JLS) Tulungagung yang mengarah ke Pantai Sine sebenarnya menjadi rute paling efisien dan cepat dibandingkan rute utama dari pusat kota Tulungagung.
Jalur ini seringkali dipilih oleh masyarakat, pelaku usaha, maupun wisatawan yang ke JLS Tulungagung karena memangkas waktu tempuh secara signifikan.
Namun ironinya, di balik kecepatan yang ditawarkan, kerusakan parah pada jalan ini justru menjadi momok yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengendara yang ingin ke JLS Tulungagung.
Baca Juga: Pantai Molang Tulungagung, Surga Camping dan Mancing di Ujung Pantai Selatan Jawa
Bagi banyak orang yang hendak menuju kawasan wisata di selatan Tulungagung, jalur Kalidawir merupakan pilihan utama karena dianggap sebagai jalur pintas.
Rute ini dapat memangkas waktu tempuh sekitar 30 hingga 45 menit jika dibandingkan dengan jalur pusat kota atau melalui kecamatan lain seperti Campurdarat atau Boyolangu.
Kondisi ini menunjukkan bahwa secara geografis, jalur Kalidawir memiliki nilai strategis tinggi.
Dimana jalur ini menghubungkan kawasan tengah Tulungagung dengan garis pantai selatan secara langsung.
Jika dikembangkan dengan baik, rute ini dapat menjadi jalur distribusi ekonomi dan pariwisata yang sangat potensial.
Baca Juga: Libur Panjang, Wisata di Tulungagung Jadi Incaran Pelancong Lokal
Sayangnya, efisiensi waktu yang ditawarkan rute ini tidak dibarengi dengan kondisi infrastruktur yang memadai.
Jalan poros yang menghubungkan Kalibatur, Rejosari, hingga Sine saat ini tengah dalam kondisi berlubang besar, bergelombang, dan sebagian titik bahkan tidak lagi beraspal.
Ketika musim hujan datang, lubang-lubang tersebut berubah menjadi kubangan, menjadikan jalur sangat licin dan berbahaya bagi pengguna jalan.
Baca Juga: Destinasi Rekomendasi Sepanjang JLS Tulungagung
Tidak sedikit pengendara yang terpaksa memperlambat laju kendaraan hingga merayap, terutama jika membawa muatan atau saat malam hari tanpa penerangan jalan yang cukup.
Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan perjalanan, tapi juga berdampak langsung pada sektor ekonomi dan sosial masyarakat.
Jalur Kalidawir menuju JLS adalah akses penting bagi, wisatawan menuju Pantai Sine dan sekitarnya.
Kemudian petani dan pelaku UMKM lokal yang menggantungkan akses distribusi ke wilayah selatan serta warga desa yang mengakses sekolah, pasar, dan layanan kesehatan.
Baca Juga: Wisata JLS Tulungagung: Surga Tersembunyi di Selatan Jawa Timur, Liburan jadi Seru
Melihat lambatnya respon pemerintah untuk memperbaiki jalan, beberapa komunitas masyarakat, termasuk Karang Taruna Desa Rejosari dan Kalibatur, melakukan aksi gotong royong menambal lubang dengan batu dan tanah.
Aksi ini mendapat apresiasi warga, meskipun hanya bersifat sementara.
Jalur Kalidawir menuju JLS Sine Tulungagung memang lebih cepat dan strategis, namun tidak bisa terus dibiarkan dalam kondisi rusak.
Pemerintah perlu melihat urgensi perbaikan bukan hanya dari tingkat kepadatan lalu lintas, tetapi juga dari fungsi strategisnya dalam mendukung ekonomi rakyat.
Baca Juga: Deretan Pantai Cantik di JLS Tulungagung yang Mudah Diakses
Pemerataan pembangunan infrastruktur di Tulungagung, terutama di kawasan penyangga wisata seperti Kalidawir, menjadi hal mutlak jika Tulungagung ingin mengembangkan sektor pariwisata dan agribisnis secara berkelanjutan.
Lebih cepat itu penting, tapi lebih aman dan layak adalah yang utama. (*)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz