Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Anak Kampung Tulungagung Main Hujan dari Renang di Parit Sampai Kapal Daun Melaju

Yoga Dany Damara • Sabtu, 5 Juli 2025 | 13:30 WIB

 

Di Tulungagung, hujan bukan halangan, tapi momen paling dinanti anak-anak desa untuk keluar rumah.
Di Tulungagung, hujan bukan halangan, tapi momen paling dinanti anak-anak desa untuk keluar rumah.

TULUNGAGUNG - Saat hujan turun deras di sejumlah desa di Tulungagung, suasana bukan jadi muram justru penuh tawa dan suara cipratan air.

Di Tulungagung, hujan bukan halangan, tapi momen paling dinanti anak-anak desa untuk keluar rumah dan main air sepuasnya.

Alih-alih diam di rumah, anak-anak desa di Tulungagung justru bahagia saat tanah becek dan parit penuh air.

Dengan mainan seadanya, tawa anak-anak jadi pemandangan khas yang bikin rindu masa kecil.

 Baca Juga: Permainan Tradisional Anak Tulungagung yang Hampir Punah dari Riuh di Lapangan Jadi Kenangan

Tak perlu mainan mahal. Daun pisang bisa jadi papan seluncur kecil. Botol bekas dijadikan perahu-perahuan.

Bahkan batang pisang pun bisa dijadikan “pelampung” buat berenang di parit. Kapal daun dengan layar dari plastik bekas jadi ‘kapal pesiar’ impian, dilombakan siapa yang paling cepat melaju terbawa arus.

Baca Juga: Anak 90-an di Tulungagung Pasti Pernah Main Ini! Fakta Unik Permainan Jadul yang Penuh Makna

Setiap anak berlomba-lomba menunjukkan siapa yang paling kreatif menciptakan permainan baru dari benda di sekitar. Di sinilah imajinasi tumbuh bebas.

Meski sudah tahu risikonya bakal dimarahi karena pulang kotor, menggigil, dan baju penuh lumpur, itu tak membuat mereka kapok.

Kadang malah sengaja sembunyi dulu sampai hujan reda, baru pulang pelan-pelan berharap ibu sudah lupa marahnya.

Tapi tetap saja begitu sampai rumah, suara ibu melengking, dan anak-anak hanya bisa nyengir sambil menggigil.

Namun anehnya, besok hujan datang lagi, mereka tetap keluar lagi. Seolah marah ibu itu cuma ‘bonus’ dari petualangan.

Parit di pinggir jalan atau sawah yang meluap jadi lokasi favorit. Anak-anak akan berkumpul, menciptakan arena bermain dadakan.

Bahkan genangan di jalan kampung pun jadi kolam mini buat main seluncuran, lempar air, atau sekadar lari-larian basah-basahan.

Yang penting, ramai-ramai, tertawa, dan lupa waktu.

Di era gadget sekarang, pemandangan ini mulai langka. Tapi bagi mereka yang tumbuh besar di kampung Tulungagung, kenangan main hujan ini akan terus hidup di ingatan.

Bukan cuma tentang air hujan, tapi tentang persahabatan, kebebasan, dan masa kecil yang tak tergantikan.

Karena bagi anak desa, hujan bukan halangan tapi undangan untuk bermain. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#hujan #tulungagung #daun #air