Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sore di Tulungagung Waktu Emas Buat Jalan-Jalan atau Main Bola di Lapangan Kampung

Yoga Dany Damara • Senin, 7 Juli 2025 | 16:00 WIB

 

Di lapangan kampung di Tulungagung, suara sorak-sorai anak-anak bermain bola jadi penanda sore telah tiba. Mereka bermain tanpa alas kaki, berlari di tanah berdebu atau lapangan rumput seadanya.
Di lapangan kampung di Tulungagung, suara sorak-sorai anak-anak bermain bola jadi penanda sore telah tiba. Mereka bermain tanpa alas kaki, berlari di tanah berdebu atau lapangan rumput seadanya.

TULUNGAGUNG - Sore hari di kampung-kampung Tulungagung punya pesona tersendiri.

Bukan cuma tentang matahari yang mulai meredup di balik pepohonan di Tulungagung, tapi juga tentang kehidupan yang pelan-pelan keluar dari rumah setelah siang yang terik.

Inilah waktu emas di Tulungagung saat anak-anak melepas energi, ibu-ibu bersantai, dan udara kampung jadi lebih hidup.

Di lapangan kampung, suara sorak-sorai anak-anak bermain bola jadi penanda sore telah tiba.

Mereka bermain tanpa alas kaki, berlari di tanah berdebu atau lapangan rumput seadanya. Kadang bolanya hanya bola plastik, tapi semangat mereka seperti bertanding di stadion sungguhan.

Di pinggir lapangan, anak-anak yang belum kebagian main ikut menonton sambil jajan atau tertawa lepas.

Sementara itu, di rumah-rumah, ibu-ibu duduk di teras sambil ngobrol ringan. Ada yang menyapu halaman, ada yang sibuk menggoreng tahu isi atau tempe mendoan.

Aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan menyebar ke mana-mana, menyatu dengan semilir angin sore yang sejuk.

Tak jarang, tetangga mampir hanya karena mencium harum makanan.

Bapak-bapak terlihat mulai keluar, sebagian keliling kampung dengan sepeda ontel.

Ada juga yang duduk-duduk santai di warung kopi, menikmati segelas kopi hitam sambil mengobrol soal kabar kampung atau pertandingan bola semalam.

Dan saat langit mulai berubah jingga keunguan, suara azan magrib berkumandang dari surau atau masjid kecil.

Anak-anak yang masih asyik bermain segera disuruh pulang oleh orang tua mereka. Suara ibu memanggil dari dapur, kadang diselingi nada tegas, kadang hanya lirih namun cukup untuk membuat sang anak berlari pulang sambil tertawa.

Sore hari di Tulungagung bukan sekadar pergantian waktu. Ia adalah momen hidup yang sederhana tapi penuh makna ketika kampung menjadi tempat paling hangat di dunia, dan angin sepoi-sepoi membawa pulang kenangan kecil yang tak terlupakan. (*)

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#bola #tulungagung #sore