TULUNGAGUNG - Tercatat setidaknya sebanyak 30 peristiwa kebakaran terjadi di Tulungagung selama periode enam bulan terakhir mulai bulan Januari hingga Juni 2025.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung mengaku puluhan peristiwa tersebut berhasil tertangani dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan, DPKP Tulungagung, Iwan Supriono mengatakan, berdasarkan data secara rinci setidaknya ada 30 peristiwa kebakaran selama enam bulan terakhir.
Rincinya, 16 peristiwa kebakaran dengan skala kecil, 12 peristiwa kebakaran skala sedang, dan 3 kebakaran skala besar.
Diketahui sebagian besar peristiwa kebakaran ini menghanguskan rumah warga yang tersebar di 11 kecamatan dari total 19 kecamatan di Tulungagung.
"Terbanyak terjadi di Kecamatan Tulungagung ada enam kejadian, kemudian Kecamatan Sumbergempol ada lima kejadian," jelasnya, Senin (7/7).
Baca Juga: Kasus Kebakaran di Tulungagung Melonjak 26 Kasus selama 2024
Menurutnya, penyebab utama terjadinya puluhan kasus kebakaran di Tulungagung akibat korsleting listrik.
Adapun terdapat beberapa faktor pemicu terjadinya peristiwa kebakaran, yakni instalasi listrik yang tidak sesuai standar, penggunaan perangkat listrik yang tidak aman.
"Misalnya penggunaan stop kontak yang tidak aman dan menumpuk. Mayoritas peristiwa kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek," ucapnya.
Disinggung ihwal penanganan puluhan kasus kebakaran di Tulungagung, dia mengaku, sebanyak 18 peristiwa kebakaran berhasil ditangai sesuai SPM yakni dengan waktu respon maksimal 15 menit.
Lantas, 12 peristiwa kebakaran tidak dapat ditangani dengan ketentuan waktu tersebut, akibat sejumlah kendala.
"Ada beberapa kendala untuk menangani 12 peristiwa kebakaran di Tulungagung, seperti letak lokasi kebakaran yang terpencil, akses sulit dan kemacetan lalu lintas," pungkanya.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz