TULUNGAGUNG– Aroma rempah Nusantara kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.
Dalam laporan terbaru dari Taste Atlas Awards 2025, Indonesia dinobatkan sebagai negara dengan kuliner terbaik ke‑7 di dunia, mengungguli negara-negara besar seperti Jepang, Prancis, dan Tiongkok.
Skor yang diraih Indonesia cukup membanggakan, yakni 4,48 dari 5 poin.
Dengan pencapaian ini, Indonesia resmi menjadi negara dengan kuliner terbaik di Asia Tenggara, menegaskan kekayaan rasa dan budaya yang ada dalam setiap sajian tradisional bangsa.
TasteAtlas adalah platform global yang rutin merilis daftar kuliner terbaik dunia berdasarkan ulasan dari para pecinta makanan sejati, baik lokal maupun internasional.
Dalam edisi 2024–2025, posisi puncak ditempati oleh Yunani, disusul Italia dan Meksiko.
Sementara Indonesia, dengan segala keragaman kulinernya, sukses masuk dalam 10 besar dunia, berdampingan dengan negara-negara yang sudah lebih dulu dikenal sebagai raksasa gastronomi global.
Rawon dan Rendang Masuk Daftar Terbaik Dunia
Tak hanya sebagai negara, sejumlah makanan khas Indonesia juga mencatat prestasi gemilang. Di antaranya:
1. Rawon, sup berkuah hitam khas Jawa Timur, berhasil masuk jajaran sup terenak dunia.
2. Rendang, makanan tradisional Minangkabau, kembali mencuri perhatian dan menduduki peringkat 67 dari 100 makanan terbaik dunia.
3. Pempek, nasi goreng ayam, dan gulai juga masuk daftar hidangan paling favorit versi TasteAtlas.
Kekayaan bumbu, keberanian dalam perpaduan rasa, dan cara memasak yang unik membuat masakan Indonesia punya tempat spesial di lidah siapa pun yang mencicipinya.
Momentum Emas bagi Daerah, Termasuk Tulungagung
Pencapaian ini tentu bukan hanya milik ibu kota atau daerah-daerah besar. Potensi kuliner lokal di kabupaten seperti Tulungagung juga bisa ikut bersinar jika dikemas dan dipromosikan dengan tepat.
Kuliner khas seperti:
1. Lodho ayam Besuki
2. Sego gegok Bandung Tulungagung
3. Sate kambing muda Campurdarat
4. Pecel pincuk khas pesisir
Makanan-makanan tersebut contoh kekayaan rasa yang layak dikenalkan lebih luas. Dengan semakin dikenalnya Indonesia sebagai negara dengan kuliner kelas dunia, peluang untuk mengangkat masakan daerah seperti Tulungagung juga terbuka lebar.
Wisatawan tak lagi hanya mencari pantai dan pegunungan, tetapi juga mencari cita rasa otentik yang melekat pada identitas daerah di Tulungagung.
Penting untuk melibatkan generasi muda dalam pelestarian dan promosi kuliner Tulungagung.
Tak hanya lewat dapur, tapi juga lewat media sosial, konten kreatif, hingga usaha kuliner berbasis kekayaan lokal khas Tulungagung.
Di era digital, kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang visual, cerita, dan pengalaman.
Dengan pendekatan modern, masakan tradisional bisa menjangkau pasar global tanpa kehilangan jati diri.
Masuknya Indonesia dalam daftar 7 besar negara dengan kuliner terbaik di dunia versi TasteAtlas 2025 bukan sekadar prestasi, tetapi juga pengingat.
Kini saatnya kita semua dari pemerintah daerah Tulungagung, pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga anak muda ikut mendorong agar kekayaan kuliner daerah seperti Tulungagung tidak hanya lestari, tetapi juga semakin dikenal, dinikmati, dan dibanggakan oleh dunia. (*)
Editor : Matlaul Ngainul Aziz