TULUNGAGUNG – Selain penanganan bencana kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung juga dihadapkan pada tugas evakuasi nonkebakaran.
Per awal tahun ini, DPKP Kabupaten Tulungagung ada ratusan laporan yang dilayangkan ke meja dinas.
Kepala Seksi Evakuasi dan Penyelamatan DPKP Kabupaten Tulungagung, Iwan Supriono menerangkan, ada beberapa penanganan nonkebakaran yang diampu oleh jajaran dinas.
“Untuk nonkebakaran atau sifatnya penyelamatan dan evakuasi ini dari berbagai jenis. Untuk tawon misalnya ini dari ukuran satu semester ini (sebanyak) 310 (kasus),” jelasnya Senin (7/7/2025).
Meski tak merinci, dia mengungkapkan bahwa jumlah kasus di semester pertama tahun ini lebih banyak dari total kasus di sepanjang 2024 lalu.
Salah satu alasannya adalah soal adanya perubahan iklim. Hal itu berdampak pada berbagai siklus lain, termasuk pola hidup tawon yang juga banyak bersarang di kawasan permukiman warga.
“Mungkin tahun 2025 ini sesuai dengan Prakiraan BMKG kemarau basah. Jadi banyak hujannya. Jadi aduan masyarakat yang masuk ke kantor kami kebanyakan di kala musim penghujan,” tandasnya.
“Setelah selesai hujan baru banyak pengaduan tawon yang masuk. Jadi fenomena kemarau basah ini logikanya seperti itu,” sambungnya.
Dari berbagai kasus yang melibatkan serangga liar, ada pula kasus kematian warga diakibatkan serangan tawon jenis vespa.
“Kebanyakan tawon vespa. Kalau aduan yang masuk ini,” jelasnya.
Lalu, ada pula laporan evakuasi cincin yang tersangkut di jari warga.
Iwan menyebut, sebagian kasus ini diakibatkan oleh warga yang terlalu memaksakan menggunakan cincin dengan kondisi berat badan yang terus bertambah.
Akibatnya, terjadi ruam dan rasa sakit di daerah jari yang terpasang cincin.
Di sisi lain, jumlah kasus kebakaran di periode yang sama juga terbilang mengkhawatirkan. Yaitu, mencapai sekitar 30 kasus dalam kurun waktu enam bulan.
Dua kecamatan disebut sebagai wilayah penyumbang kasus kebakaran tertinggi di enam bulan pertama tahun ini.
Yaitu, Kecamatan Sumbergempol, sebanyak lima kasus dan Kecamatan Tulungagung sebanyak enam kasus. (dit/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah