Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Liga Kampung Setiap Sore Anak Tulungagung, Gawang Sandal, dan Sorak Sorai sebelum Matahari Terbenam

Yoga Dany Damara • Selasa, 8 Juli 2025 | 22:00 WIB
Setiap sore di Tulungagung, suasana kampung mendadak ramai seperti stadion mini.
Setiap sore di Tulungagung, suasana kampung mendadak ramai seperti stadion mini.

TULUNGAGUNG - Setiap sore di Tulungagung, suasana kampung mendadak ramai seperti stadion mini.

Di lapangan kosong, di tepi gang, atau bahkan di jalan yang jarang dilewati kendaraan, sekelompok anak-anak di Tulungagung berkumpul.

Bola yang dipakai bukan bola mahal cukup bola plastik seharga belasan ribu. Gawang pun tak perlu rumit, dua pasang sandal jepit sudah cukup jadi penanda bermain di lapangan kampung di Tulungagung.

Inilah "Liga Kampung" versi anak-anak Tulungagung. Meski tanpa wasit dan tanpa seragam lengkap, semangat bertanding mereka tak kalah dari pertandingan sungguhan.

Sorakan dari teman-teman yang belum kebagian giliran, teriakan "gol!" yang membahana.

Sesekali suara ibu memanggil pulang untuk mandi, jadi latar yang khas dan akrab.

Tak ada piala, tak ada sponsor. Tapi setiap sore, selalu ada gengsi yang dipertaruhkan antara RT sebelah, antara tim yang sudah lama jadi langganan menang, atau antara pemain yang terkenal jago dribbling.

Kadang, yang kalah harus rela jadi wasit dadakan atau disuruh jaga gawang.

Yang menarik, lapangan yang dipakai bisa berubah-ubah.

Bisa tanah lapang bekas sawah, halaman sekolah, atau jalanan yang disulap jadi arena dadakan.

Saat matahari mulai tenggelam, permainan pun usai.

Bola plastik dibawa pulang, sandal kembali ke pemiliknya, dan anak-anak pulang dengan peluh dan senyum lebar.

Liga kampung semacam ini bukan sekadar permainan. Ia adalah bagian dari tumbuh kembang anak-anak di kampung belajar kerja sama, menghadapi kekalahan, dan menikmati masa kecil yang sederhana tapi penuh warna.

Mungkin, dari lapangan kecil ini, bakat besar bisa lahir.

Tapi yang terpenting: tawa mereka, keringat mereka, dan gawang sandal itu adalah kenangan manis yang akan mereka simpan selamanya. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#bola #tulungagung #sore