TULUNGAGUNG - Di tengah maraknya makanan modern dan kuliner kekinian, ada satu menu yang tetap bertahan di hati sebagian warga Tulungagung nasi jagung dengan sayur bening dan sambal ulek.
Makanan sederhana di Tulungagung ini bukan hanya soal rasa tapi juga cerita panjang tentang kebiasaan, kehangatan keluarga, dan kenangan masa kecil.
Di beberapa kecamatan di Tulungagung seperti Besuki, Pakel, dan Bandung, nasi jagung masih jadi pilihan harian.
Bukan karena tak ada nasi putih, tapi karena memang suka. Tekstur jagung yang kasar namun mengenyangkan, berpadu dengan gurihnya ikan asin goreng, sayur bening daun kelor atau bayam, dan tentu saja sambal ulek terasi yang pedas segar, menciptakan kombinasi yang sulit ditolak.
Baca Juga: Tradisi Kirim Nasi Berkat di Tulungagung Simbol Peduli Saat Panen dan Sakit
Banyak orang tua bilang, “Dulu makan ini karena terpaksa, sekarang makan karena kangen.”
Memang benar di balik kesederhanaannya, menu ini menyimpan rasa ‘rumah’ yang hangat.
Makan di dapur terbuka, beralas daun pisang, ditemani suara ayam dan angin pagi, jadi pengalaman yang tak bisa dibeli di restoran manapun.
Baca Juga: Nasi Padang Murah dan Enak di Tulungagung? Berikut 5 Rekomendasi Menu Makan Siang Favorit!
Kini, beberapa warung di desa masih setia menyediakan menu ini, terutama saat pagi hari.
Bagi generasi muda yang ingin kembali mencicipi cita rasa masa kecil atau merasakan warisan kuliner desa, nasi jagung dan sayur bening adalah nostalgia yang bisa dinikmati kapan saja dengan rasa yang tak berubah. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah