TULUNGAGUNG – Luasnya area pertanian di Tulungagung tak sebanding dengan jumlah irigasi perpompaan. Itu sebabnya pemkab kembali mengajukan bantuan pengadaan ratusan irigasi perpompaan di tahun ini.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suyanto menerangkan, ada sekitar 44 bantuan irigasi perpompaan bagi Kabupaten Tulungagung pada 2024 lalu.
“(Satu unit irigasi perpompaan bisa mengairi) rata-rata 20 sampai 40 hektare. Kebutuhan irigasi perpompaan menyebar di hampir seluruh kecamatan di Tulungagung, utamanya di selatan dan timur," katanya.
Itu sebabnya tahun ini dinas mengajukan bantuan irigasi perpompaan sebanyak 200 unit. Jenis yang diajukan adalah pompa bawah air.
“Rata-rata (jenis) submersible. (Pengajuan) sampai 200. Tapi ya tergantung,” lanjutnya.
Untuk diketahui, luas wilayah pertanian di Tulungagung mencapai sekitar 25 ribu hektare. Artitnya, kebutuhan akan pengadaan irigasi perpompaan masih terbilang tinggi.
Meski begitu, Suyanto mengaku, belum bisa mematok target pemenuhan irigasi perpompaan dalam periode waktu tertentu. Alasannya, tak banyak anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan irigasi perpompaan.
“Kalau kita kan nggak punya anggaran untuk ini. Kan efisiensi tahun 2024 ini. Satu pompa (sekitar) Rp 150 juta,” tandasnya.
Selain itu, dinas juga berfokus pada pengajuan alat dan mesin pertanian (alsintan) lain, seperti halnya traktor, mesin perontok padi, dan mesin pemotong padi.
Meski begitu, Suyanto belum dapat merinci jumlah alsintan yang diajukan.
Dia hanya mengungkapkan bahwa kebutuhan petani akan alsintan juga cukup besar.
Sebab, itu berkaitan dengan efisiensi dan peningkatan jumah produksi dalam satu kali masa tanam dan dalam satu tahun penuh.
“Ya nanti menunggu bantuan berikutnya. (Waktu realisasi) ndak tahun saya. Kan yang penting kita mengajukan,” kata Suyanto.
Dengan memanfaatkan alsintan, lanjut Suyanto, proses panen padi bisa dirampungkan hanya dalam waktu sekitar 1-2 jam.
Berbeda dengan panen manual yang bisa memakan waktu jauh lebih panjang. “(Bisa) satu hari lebih,” ungkapnya. (dit)
Editor : Didin Cahya Firmansyah