TULUNGAGUNG - Tulungagung, sebuah kabupaten kecil di Jawa Timur, menyimpan harta karun yang telah dikenal luas marmer.
Bukan sekadar batu alam, marmer Tulungagung telah menjelma menjadi simbol keindahan, kekuatan, dan kreativitas yang mengakar kuat dalam budaya lokal.
Namun, bagaimana kisah batu ini bisa menjadi kebanggaan daerah Tulungagung hingga menembus pasar nasional dan internasional?
Sejarah marmer Tulungagung dimulai sejak era kolonial Belanda. Sekitar tahun 1920-an, eksplorasi tambang marmer pertama kali dilakukan di daerah Campurdarat wilayah yang kini menjadi pusat industri marmer.
Sejak saat itu, masyarakat setempat mulai mengenal potensi batu alam yang tersembunyi di perbukitan desa mereka.
Pada awalnya, marmer hanya digunakan sebagai bahan bangunan atau batu nisan.
Namun seiring waktu, masyarakat lokal mulai mengembangkan keterampilan mengolah marmer menjadi berbagai bentuk kerajinan tangan yang bernilai seni tinggi.
Proses panjang produksi marmer dimulai dari penambangan di bukit-bukit berbatu.
Para pekerja tambang harus menghadapi medan berat dan cuaca ekstrem demi mengangkat balok-balok marmer besar dari dalam bumi.
Setelah itu, batu-batu tersebut dibawa ke bengkel-bengkel pengrajin lokal.
Di sinilah keajaiban dimulai. Dengan ketelatenan dan pengalaman yang diwariskan turun-temurun, para pengrajin mengubah balok kasar menjadi aneka produk elegan: patung dewa-dewi, vas bunga, meja, wastafel, hingga suvenir kecil. Setiap goresan pahat mencerminkan kecintaan dan dedikasi para seniman terhadap bahan alam yang mereka olah.
Kini, marmer Tulungagung tak hanya menjadi primadona di dalam negeri, tetapi juga diminati pasar luar negeri seperti Timur Tengah, Jepang, hingga Eropa.
Ciri khas marmer lokal warna alami yang elegan, kualitas keras dan tahan lama, serta sentuhan seni dari pengrajin menjadi daya tarik utama.
Banyak pengrajin yang berhasil mengembangkan usahanya secara mandiri, bahkan hingga membuka galeri dan workshop terbuka bagi wisatawan.
Selain sebagai sentra produksi, Tulungagung kini juga menjadi destinasi wisata edukatif bagi siapa saja yang ingin melihat langsung proses kreatif pembuatan kerajinan marmer.
Marmer Tulungagung bukan hanya tentang batu, tapi tentang cerita hidup para pengrajin, tentang semangat melestarikan warisan leluhur, dan tentang bagaimana sebuah komunitas kecil mampu menghadirkan karya yang mendunia.
Dalam setiap ukiran, tersimpan jejak sejarah dan harapan masa depan.
Sebagai warisan budaya sekaligus potensi ekonomi, industri marmer Tulungagung terus tumbuh dan beradaptasi, menjadi bukti nyata bahwa seni dan alam bisa berjalan berdampingan menciptakan sesuatu yang luar biasa. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah