Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Suara Bedug Magrib Tulungagung Tanda Buka Puasa dan Panggilan Nostalgia

Yoga Dany Damara • Sabtu, 12 Juli 2025 | 08:00 WIB
Di bulan Ramadan, kampung-kampung di Tulungagung punya penanda waktu magrib yang tak tergantikan suara bedug dari mushola atau masjid kecil. Bukan sekadar tanda waktu berbuka puasa, tapi juga bunyi.
Di bulan Ramadan, kampung-kampung di Tulungagung punya penanda waktu magrib yang tak tergantikan suara bedug dari mushola atau masjid kecil. Bukan sekadar tanda waktu berbuka puasa, tapi juga bunyi.

TULUNGAGUNG- Di bulan Ramadan, kampung-kampung di Tulungagung punya penanda waktu magrib yang tak tergantikan suara bedug dari mushola atau masjid kecil.

Bukan sekadar tanda waktu berbuka puasa, tapi juga bunyi yang membawa kenangan masa kecil di Tulungagung, aroma kolak pisang, dan tawa riang anak-anak.

Setiap sore menjelang magrib di Tulungagung, suasana kampung mulai berubah. Anak-anak yang sedari sore bermain dan ngabuburit mulai merapat ke mushola.

Tapi bukan untuk langsung salat mereka berebut memukul bedug! Ada yang memukul keras-keras, ada yang asal tabrak, semuanya membuat irama khas yang ramai dan kadang lucu.

Di balik suara bedug itu, ada cerita tentang tradisi yang masih hidup. Anak-anak belajar saling bergantian, kadang ada yang menangis karena tidak kebagian giliran, tapi esoknya mereka datang lagi dengan semangat.

Warga kampung pun merasa waktu magrib lebih hangat, bukan hanya karena makanan berbuka yang siap di meja, tapi karena bedug itu seolah memanggil semua orang pulang secara jasmani dan batin.

Bagi banyak orang dewasa yang kini merantau, suara bedug magrib dari kampung adalah nostalgia yang membekas.

Mengingatkan akan masa kecil, orang tua yang dulu menyiapkan takjil, dan momen kebersamaan yang sederhana tapi berharga.

Di Tulungagung, suara bedug bukan hanya alat pukul. Ia adalah panggilan hati, penanda waktu suci, dan simbol kebersamaan kampung yang tak lekang waktu. (*)

 

 

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#masjid #tulungagung #Maghrib #bedug