Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hari Koperasi ke 78, Koperasi di Tulungagung Hadapi Tantangan Terjal di Bidang Pembiayaan maupun Perdagangan

Sandy Sri Yuwana • Sabtu, 12 Juli 2025 | 19:00 WIB

 

Di momen Hari Koperasi ke 78 tahun 2025 ini, ada tiga kunci agar koperasi di Tulungagung tetap eksis dan mampu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.
Di momen Hari Koperasi ke 78 tahun 2025 ini, ada tiga kunci agar koperasi di Tulungagung tetap eksis dan mampu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.

TULUNGAGUNG- Meski menghadapi banyak tantangan, momentum peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-78 tahun 2025 ini dijadikan sebagai optimisme dan pengingat penting bagi seluruh gerakan koperasi di Tulungagung untuk terus berbenah.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Tulungagung, Nyadin menjelaskan, ada tiga unsur utama dalam koperasi untuk membangun koperasi yang sehat dan kuat.

Yaitu dari fondasi manajemen yang baik, pelayanan yang optimal, serta sumber daya manusia (SDM) yang profesional. Ketiga unsur tersebut menjadi kunci agar koperasi di Tulungagung tetap eksis dan mampu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.

“Kami berharap peringatan ini dijadikan momentum bagi masing-masing gerakan koperasi di Tulungagung untuk selalu berbenah. Baik dari sisi kualitas manajemen, pelayanan, hingga SDM, agar koperasinya semakin kuat, sehat, dan mampu memberikan kenyamanan serta kesejahteraan bagi anggota,” ungkapnya, Jumat (11/7/2025).  

Namun, di tengah semangat berbenah, koperasi di Tulungagung juga dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, terutama dalam sektor simpan pinjam dan perdagangan.

Dia menyoroti ketimpangan kebijakan pemerintah yang memberi keleluasaan lebih kepada lembaga keuangan nonkoperasi serta pasar modern, sementara koperasi tidak mendapatkan fasilitas serupa.

“Kita bersaing dengan lembaga keuangan lain yang mendapat subsidi dan program bunga lunak dari pemerintah, sementara koperasi tidak mendapat fasilitas setara. Itu tentu menjadi tantangan besar, terutama bagi koperasi simpan pinjam. Begitu juga koperasi perdagangan yang menghadapi dominasi pasar modern,” jelasnya.

Untuk menghadapi tantangan itu, dia kembali menegaskan pentingnya penguatan internal koperasi.

Manajemen yang rapi, SDM yang andal, dan pelayanan prima menjadi "kuda-kuda” utama koperasi agar tetap kokoh di tengah persaingan ekonomi global.

"Istilah orang berperang, yang paling penting adalah kuda-kuda. Tiga hal utama tadi yang harus jadi kuda-kuda koperasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tulungagung," tegasnya.

Meski demikian, dia menyatakan sikap optimistis terhadap masa depan koperasi di Tulungagung. Contohnya, beberapa tantangan terbesar, salah satunya di masa pandemi Covid-19.

Saat itu banyak perusahaan besar tumbang, tetapi koperasi-koperasi di Tulungagung tetap eksis dan tidak terdengar mengalami kegagalan besar.

“Kita sudah diuji berbagai krisis, termasuk Covid-19. Tapi koperasi masih tetap ada. Itu bukti kekuatan dan daya tahan kita. Optimisme ini bukan sekadar harapan, tapi juga kami imbangi dengan kesiapan dan perencanaan matang,” tuturnya.

Dari total sekitar seribu lebih koperasi yang tercatat di Tulungagung, sekitar 700 koperasi dinyatakan aktif.

Namun hanya sekitar 200 koperasi yang masuk dalam koordinasi solid di bawah Dekopinda Tulungagung. Sisanya tetap dalam koordinasi, tetapi lebih bersifat sebagai pendukung atau “penggembira”.

"Saya harap ke depan koperasi di Tulungagung tetap optimistis dan bisa semakin menjadi tonggak kesejahteraan bagi anggotanya," pungkasnya. (sri/c1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Hari Koperasi ke 78 #tulungagung #Dekopinda