Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jalan-Jalan Pagi Sambil Cari Sarapan di Tulungagung Menyapa Pagi dengan Rasa dan Suasana Kota

Yoga Dany Damara • Minggu, 13 Juli 2025 | 12:30 WIB

Sudut-sudut kotanya sambil mencari sarapan khas yang menggoda selera. Udara pagi yang sejuk, deretan warung sederhana yaitu nasi jagung.
Sudut-sudut kotanya sambil mencari sarapan khas yang menggoda selera. Udara pagi yang sejuk, deretan warung sederhana yaitu nasi jagung.

TULUNGAGUNG- Tak ada cara lebih menyenangkan untuk memulai hari di Tulungagung selain dengan berjalan kaki menyusuri sudut-sudut kotanya sambil mencari sarapan khas yang menggoda selera.

Udara pagi di Tulungagung yang sejuk, deretan warung sederhana yang mulai berasap, dan senyum hangat para pedagang jadi kombinasi sempurna untuk memulai hari dengan semangat.

Salah satu rute yang banyak digemari warga adalah dari kawasan Alun-Alun Tulungagung menuju Jalan Mayor Sujadi.

Dimulai dari pusat kota, kamu bisa menyaksikan warga yang berolahraga ringan, anak-anak berlarian, hingga pedagang kaki lima yang mulai membuka lapak.

Jalan kaki ke arah timur melewati toko-toko tua akan membawamu ke suasana khas kota kecil yang tenang namun hidup.

Alternatif lain adalah menyusuri Jalan Ahmad Yani atau kawasan Pasar Wage yang selalu ramai sejak fajar.

Rute ini cocok bagi yang ingin merasakan denyut kehidupan pasar tradisional sambil mencicipi berbagai kuliner sarapan yang legendaris.

Baca Juga: Jelajahi Pantai Dlodo dan Jalan JLS Tulungagung, Cocok Spot Foto Prewedding Favorit dengan Nuansa Alam yang Eksotis

Di sepanjang rute jalan pagi itu, kamu akan menemukan berbagai pilihan sarapan yang menggoda.

Beberapa di antaranya bahkan sudah jadi ikon kuliner pagi di Tulungagung:

1. Pecel Pincuk Nasi.

Pecel dengan sayur rebus yang disiram sambal kacang kental, disajikan di atas daun pisang.

Biasanya dilengkapi dengan peyek renyah dan tempe goreng. Rasanya sederhana tapi selalu bikin kangen.

2. Nasi Jagung Pilihan.

Nasi jagung sehat yang tetap mengenyangkan. Nasi jagung disajikan dengan urap, sambal kelapa, ikan asin, dan kadang ditambah sayur lodeh. Cocok untuk kamu yang ingin sarapan khas desa.

3. Bubur Abang Bubur merah khas Jawa.

Bubur ini biasanya dibuat dari beras merah dengan sedikit rasa manis gurih dari santan.

Hangat, lembut, dan cocok disantap di pagi hari sambil duduk santai di warung kecil.

4. Lupis dan Cenil.

Jajanan tradisional yang sering jadi menu sarapan ringan.

Dinikmati bersama parutan kelapa dan gula merah cair, cocok untuk pengisi energi sebelum beraktivitas.

Menutup Pagi dengan Secangkir Kopi

Setelah kenyang sarapan, sempatkan mampir di warung kopi sederhana di sudut pasar atau pinggir jalan.

Menyeruput kopi tubruk sambil menyaksikan aktivitas pagi warga adalah momen sederhana yang sarat makna.

Baca Juga: Sore di Tulungagung Waktu Emas Buat Jalan-Jalan atau Main Bola di Lapangan Kampung

Tulungagung di pagi hari bukan hanya tentang aktivitas, tapi juga tentang rasa. 

Berjalan kaki sambil mencicipi kuliner lokal akan memberimu pengalaman yang lebih dari sekadar wisata ini tentang mengenal kota lewat langkah dan lidah. Jadi, kapan terakhir kali kamu menyapa pagi di Tulungagung dengan cara seperti ini? (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #sarapan #khas