TULUNGAGUNG - Siapa bilang jalan-jalan di Tulungagung harus mahal?
Di Tulungagung, dengan uang Rp 20.000 saja, kamu sudah bisa merasakan pengalaman seru keliling kota, mencicipi kuliner lokal, hingga menikmati wisata murah meriah.
Dengan budget tersebut cocok banget buat pelajar, mahasiswa, atau siapa pun yang ingin healing di Tulungagung tanpa bikin dompet menjerit.
Baca Juga: Tukang Keliling Tulungagung yang Dinanti Tahu Bulat, Sate Ayam, sampai Es Krim Legendaris
1. Naik Dokar, Nostalgia dan Hemat Transportasi
Perjalanan dimulai dari pusat kota. Cukup siapkan Rp 5.000 untuk naik dokar keliling rute dalam kota.
Selain murah, naik dokar juga memberi pengalaman unik menyaksikan kehidupan sehari-hari warga Tulungagung. Jangan ragu ngobrol dengan sopir atau penumpang lain suasananya akrab dan bersahabat!
2. Jajanan Kaki Lima Murah Tapi Menggoda
Setelah keliling, perut tentu mulai keroncongan. Tenang, dengan sisa uang sekitar Rp15.000, kamu bisa jajan puas!
Di sekitar Alun-Alun Tulungagung atau Pasar Wage, banyak penjaja makanan tradisional yang menggoda.
Coba cicipi:
Lupis atau klepon – Rp2.000–Rp3.000/porsi
Tahu petis – sekitar Rp5.000
Es dawet atau es cincau – Rp5.000
Bakso tusuk atau cilok – mulai Rp1.000-an
Makan sambil duduk santai di taman atau trotoar kota, rasanya tetap istimewa !
3. Wisata Murah Meriah Banyak Pilihan!
Tulungagung punya banyak tempat wisata yang bisa dinikmati tanpa menguras isi dompet.
Beberapa spot favorit:
Alun-Alun Tulungagung – gratis, cocok buat foto-foto atau duduk santai
Taman Aloon-Aloon – tempat main anak-anak, ada juga wahana murah
Museum Wajakensis – tiket masuknya murah, menambah wawasan sejarah daerah
Jika beruntung, kamu bisa menikmati hiburan jalanan seperti live music atau pertunjukan seni lokal di akhir pekan.
Murah bukan berarti biasa dengan budget Rp 20.000. Kamu bisa membuktikan bahwa eksplorasi kota tetap bisa seru, mengenyangkan, dan penuh cerita.
Tulungagung menyimpan pesona sederhana yang bisa dinikmati siapa saja, bahkan dengan uang seadanya. Jadi, siap keliling kota dengan gaya hemat? (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah