Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Warga Tulungagung Perlu Tahu dan Waspada, Daftar 10 Ikan dengan Kandungan Merkuri Tinggi

Rinto Wahyu Hidayat • Selasa, 15 Juli 2025 | 16:00 WIB

 

Ikan dikenal sebagai sumber protein hewani yang sangat digemari masyarakat Indonesia, termasuk Tulungagung.
Ikan dikenal sebagai sumber protein hewani yang sangat digemari masyarakat Indonesia, termasuk Tulungagung.

TULUNGAGUNG – Ikan dikenal sebagai sumber protein hewani yang sangat digemari masyarakat Indonesia, termasuk Tulungagung.

Rasanya yang lezat serta kandungan nutrisinya yang tinggi menjadikan ikan sebagai menu favorit di berbagai kalangan di Tulungagung.

Namun, tahukah bagi Anda warga Tulungagung bahwa tidak semua ikan aman dikonsumsi secara rutin?

Beberapa jenis ikan ternyata mengandung merkuri dalam kadar tinggi.

Paparan merkuri dalam jangka panjang bisa membahayakan kesehatan, mulai dari gangguan otak, sistem saraf, hingga perkembangan janin dalam kandungan.

Hal ini tentu menjadi perhatian penting, khususnya bagi masyarakat Tulungagung yang gemar menyantap hidangan laut.

Mengutip dari Healthline dan data resmi Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, berikut ini adalah daftar ikan yang mengandung merkuri tinggi dan sebaiknya dibatasi konsumsinya:

1. Ikan Todak (Swordfish) – 0,995 ppm (parts per million).

Ikan todak dikenal memiliki daging tebal dan gurih, sering diolah menjadi steak.

Meski menggoda, warga Tulungagung perlu waspada karena kadar merkurinya nyaris menyentuh angka 1 ppm.

2. Ikan Hiu – 0,979 ppm.

Dikenal sebagai predator ganas laut, daging hiu memang dijadikan santapan di beberapa budaya.

Namun, dengan kandungan merkuri setinggi ini, sebaiknya konsumsi dibatasi, terutama bagi ibu hamil.

3. Ikan King Mackerel – 0,730 ppm.

Berbeda dari makarel kalengan, jenis yang satu ini berukuran besar dan sering menjadi buruan pemancing.

Bagi masyarakat pesisir Tulungagung yang hobi memancing, penting untuk mengetahui potensi bahaya dari kandungan merkuri di ikan ini.

4. Ikan Jabad (Tilefish) – 1,123 ppm.

Inilah pemegang rekor tertinggi kandungan merkuri dalam daftar.

Tilefish memiliki masa hidup panjang, yang menjadikan akumulasi merkuri dalam tubuhnya jauh lebih besar.

5. Orange Roughy – 0,571 ppm.

Ikan yang hidup di perairan dalam ini bisa mencapai usia hingga 150 tahun.

Semakin tua usia ikan, semakin besar potensi akumulasi merkuri di tubuhnya.

6. Ikan Marlin – 0,485 ppm.

Bagi pecinta seafood di Tulungagung, ikan marlin mungkin jadi pilihan karena teksturnya yang juicy dan cita rasa laut yang kuat.

Namun, kandungan merkurinya tidak bisa diabaikan.

7. Big Eye Tuna – 0,689 ppm.

Tuna mata besar memiliki postur kekar dengan rasa daging mirip tuna sirip kuning.

Sayangnya, kandungan merkurinya tergolong tinggi dan disarankan untuk dibatasi.

8. Ikan Baramundi (Bass) – 0,167 ppm.

Ikan air asin ini cukup umum ditemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk di sekitaran Tulungagung.

Meski kandungannya tidak setinggi lainnya, tetap perlu perhatian dalam konsumsi.

9. Lobster – 0,166 ppm.

Tak hanya lezat, lobster juga menjadi primadona seafood.

Namun, kandungan merkurinya berada di level sedang. Moderasi tetap jadi kunci.

10. Tuna (umum) – 0,350 ppm.

Termasuk tuna albacore, ikan ini jadi favorit banyak keluarga.

Di Tulungagung, tuna mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional.

Namun, konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.

Wilayah pesisir selatan seperti Tulungagung memang dikenal kaya hasil laut.

Namun, masyarakat perlu lebih bijak dalam memilih jenis ikan yang dikonsumsi.

Memperhatikan kadar merkuri bukan hanya soal pola makan sehat, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan keluarga.

Sebagai alternatif, warga Tulungagung bisa memilih ikan lokal dengan kadar merkuri rendah seperti bandeng, lele, nila, atau kembung yang lebih aman dan tetap bergizi tinggi.

Ingat, makan ikan baik untuk tubuh, tapi pastikan jenisnya aman.

Tetap sehat dan cerdas memilih makanan, terutama bagi generasi masa depan Tulungagung.(rin)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #ikan beracun #merkuri