Tulungagung - Kabupaten Tulungagung, tak hanya dikenal sebagai pusat industri marmer terbesar di Indonesia, tetapi juga menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri.
Dari jejak kerajaan kuno hingga perkembangan modern, Tulungagung memiliki peran penting dalam sejarah Nusantara.
Awal Mula: Dari Wajak ke Tulungagung
Sejarah Tulungagung berakar pada masa prasejarah, terbukti dengan ditemukannya Manusia Wajak oleh Eugene Dubois pada tahun 1889 di daerah Campurdarat. Temuan ini mengindikasikan bahwa kawasan Tulungagung telah dihuni manusia sejak ribuan tahun silam.
Nama Tulungagung sendiri berasal dari kata "Tulung" (pertolongan) dan "Agung" (besar), yang konon diambil dari cerita rakyat tentang banjir besar yang pernah menenggelamkan wilayah ini dan pertolongan besar dari para leluhur atau tokoh sakti pada masa itu. Sebelumnya, Kabupaten Tulungagung dikenal dengan Kadipaten Ngrowo.
Era Kerajaan: Pusat Kerajaan Majapahit dan Daha
Pada abad ke-10 hingga ke-15, wilayah Tulungagung merupakan bagian penting dari Kerajaan Kadiri (Daha) dan kemudian Majapahit. Beberapa peninggalan sejarah seperti Candi Dadi, Candi Gayatri, dan Candi Sanggrahan menjadi bukti nyata kejayaan masa lalu Tulungagung.
Salah satu tokoh penting yang dimakamkan di Tulungagung adalah Sri Rajapatni (Gayatri Rajapatni), ibu dari Tribhuwana Tunggadewi—ratu Majapahit dan nenek dari Hayam Wuruk. Makamnya dipercaya berada di Candi Gayatri, Boyolangu, yang kini menjadi destinasi ziarah sejarah dan religi.
Masa Kolonial dan Perkembangan Modern
Pada masa kolonial Belanda, Tulungagung berkembang sebagai wilayah agraris dengan komoditas utama berupa tembakau, padi, dan kopi. Infrastruktur mulai dibangun, termasuk rel kereta api yang dulu menghubungkan Tulungagung dengan Blitar dan Kediri.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Tulungagung terus berkembang. Industri marmer mulai menggeliat sejak tahun 1960-an dan menjadi identitas ekonomi daerah ini. Hingga kini, Tulungagung dikenal sebagai Kota Marmer, mengekspor hasil batu alam ke berbagai negara.
Wisata Sejarah dan Budaya di Tulungagung
Bagi pecinta sejarah, Tulungagung menyimpan banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi, seperti:
Candi Gayatri, makam tokoh penting Majapahit.
Candi Dadi, candi di atas bukit dengan pemandangan indah.
Museum Wajakensis, menyimpan koleksi prasejarah dan peninggalan budaya lokal.
Masjid Agung Tulungagung, saksi perkembangan Islam di daerah ini.
Sejarah Tulungagung bukan hanya sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi fondasi kuat dari identitas dan budaya masyarakatnya hari ini. Dari masa prasejarah hingga era modern, Tulungagung terus menunjukkan eksistensinya sebagai daerah yang kaya akan nilai sejarah, budaya, dan ekonomi.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz