TULUNGAGUNG - Tulungagung tak hanya dikenal sebagai kota marmer dan sentra industri, tetapi juga menyimpan warisan arkeologis yang luar biasa.
Salah satu peninggalan sejarah yang masih berdiri kokoh hingga kini adalah Candi Dadi, sebuah situs candi bercorak Hindu yang terletak di puncak perbukitan Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Candi Dadi di Tulungagung merupakan bangunan candi tunggal yang diperkirakan berasal dari masa Kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-14 hingga 15 Masehi.
Candi di Tulungagung ini tidak memiliki relief seperti Candi Penataran, tetapi tampil dengan bentuk tinggi menjulang dan didominasi oleh struktur batu andesit yang besar, kokoh, dan minimalis.
Nama Dadi dalam bahasa Jawa dapat berarti jadi atau menjadi, yang kemungkinan berkaitan dengan fungsi atau kepercayaan spiritual pada masa lampau.
Candi Dadi terletak di atas bukit dengan ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut.
Untuk mencapai Candi Dadi di Tulungagung, pengunjung harus melalui jalan menanjak dan mendaki ratusan anak tangga yang cukup menguras tenaga, namun sebanding dengan pemandangan alam indah dan aura mistis yang menyambut di puncak.
Dari atas, Anda bisa melihat hamparan sawah, perbukitan hijau, dan bahkan kota Tulungagung dari kejauhan.
Kapan sih Candi Dadi dibangun? Walau tidak banyak data tertulis, para ahli arkeologi menyimpulkan bahwa Candi Dadi di Tulungagung dibangun pada akhir masa kejayaan Majapahit. Bentuknya yang sederhana namun besar menandakan bahwa candi ini kemungkinan digunakan sebagai tempat pemujaan atau pertapaan.
Ada alasan kenapa Candi Dadi penting secara historis:
- Bagian dari kompleks percandian di lereng selatan Gunung Wilis, bersama Candi Sanggrahan, Candi Gayatri, dan Candi Mirigambar.
- Dihubungkan dengan tokoh Gayatri Rajapatni, ibu dari Ratu Tribhuwana Tunggadewi, pendiri Majapahit.
- Menjadi simbol spiritual dan kebesaran Hindu-Buddha di wilayah Blambangan kuno.
Nah bagi kamu pecinta trekking, sejarah dan fotografi alam, Candi Dadi sangat cocok untuk kamu kunjungi, Walau medannya menantang, Candi Dadi mulai populer sebagai destinasi wisata sejarah dan spiritual.
Pemerintah dan komunitas lokal saat ini sedang mendorong pelestarian kawasan dengan perbaikan akses jalan, penataan lokasi, dan promosi wisata edukatif.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz