Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bel Sekolah dan Penjual Jajanan di Tulungagung jadi Duet Setia di Depan Gerbang

Yoga Dany Damara • Sabtu, 19 Juli 2025 | 17:00 WIB
Setiap kali bel sekolah di Tulungagung berbunyi, bukan hanya menandai berakhirnya pelajaran, tapi juga para penjual jajanan di depan gerbang
Setiap kali bel sekolah di Tulungagung berbunyi, bukan hanya menandai berakhirnya pelajaran, tapi juga para penjual jajanan di depan gerbang

TULUNGAGUNG - Setiap kali bel sekolah berbunyi, bukan hanya menandai berakhirnya pelajaran, tapi juga menjadi isyarat dimulainya "jam sibuk" bagi para penjual jajanan di depan gerbang sekolah-sekolah dasar dan menengah di Tulungagung.

Di situlah mereka penjual cilok, es mambo, telur gulung, hingga sosis bakar setia menanti di bawah payung atau gerobak sederhana di depan sekolah yang ada di Tulungagung.

Meski tak pernah tercatat di daftar tenaga pendidik di Tulungagung, para penjual ini seolah menjadi bagian dari ekosistem sekolah. Setiap sore, anak-anak berlarian ke arah mereka, uang jajan sudah siap di tangan, dan mata berbinar memilih camilan kesukaan.

Ada yang langsung memesan cilok dengan bumbu kacang pedas, ada yang merengek minta tambah es mambo rasa melon, atau sekadar menonton telur gulung dibentuk dengan keahlian yang nyaris seperti atraksi.

Di balik rutinitas itu, ada ketekunan dan konsistensi. Banyak dari mereka sudah bertahun-tahun berjualan di tempat yang sama. Ada ibu-ibu yang mengaku mengenal beberapa guru karena anak-anak mereka pernah menjadi pembeli tetap.

Bahkan, tak sedikit yang pernah didatangi mantan murid yang kini sudah dewasa dan mengenang masa kecil sambil membeli jajanan yang sama.

Gerbang sekolah di Tulungagung bukan sekadar pintu masuk ke ruang kelas. Ia juga menjadi panggung kecil bagi perputaran rezeki, tempat berkumpulnya tawa, dan kantong kenangan masa kecil yang tak tergantikan.

Suara bel sekolah dan teriakan "cilok… cilok… seribu dapet lima!"itulah duet harian yang mewarnai pulangnya anak-anak, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya soal buku dan papan tulis, tapi juga tentang rasa dan kenangan. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #sekolah #bel