Bapenda Tulungagung Sebut PAD Pontensi Besar ada di JLS dan Pariwisata

Aditya Yuda Setya Putra • Dipublikasikan Minggu, 20 Juli 2025 | 16:00 WIB

 

JLS Tulungagung menawarkan pengalaman berkendara yang unik dengan pemandangan menawan.
JLS Tulungagung menawarkan pengalaman berkendara yang unik dengan pemandangan menawan.

 TULUNGAGUNG - Menanggapi instruksi pimpinan daerah untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD), Bapenda Kabupaten Tulungagung menilai perlu adanya langkah strategis. Salah satunya tujuannya agar pemkab mandiri secara fiskal.

Kepala Bapenda Kabupaten Tulungagung, Suko Winarno, mengatakan bahwa Tulungagung punya potensi besar, utamanya PAD dari sektor aktivitas pariwisata. Hal itu tak lepas dari adanya jalur lintas selatan (JLS).

"Nanti kita secara berkala harus ketemu kemudian kita juga akan melihat bagaimana target PAD di APBD Tulungagung tahun 2025 itu sehingga mungkin ada titik-titik lemahnya itu kita carikan solusi yang terbaik," jelasnya, Rabu (16/7/2025).

Disinggung soal besarnya ekspektasi pimpinan daerah pada peningkatan PAD, Suko menerangkan, hal itu terbilang wajar.

Terlebih, dia melihat saat ini mulai banyak pemerintah daerah yang mencoba keluar dari ketergantungan dana transfer pemerintah pusat.

"Tapi memang masih seluruh Indonesia itu mengandalkan kepada APBN. Tapi kita harus bisa keluar lah sedikit demi sedikit dari ketergantungan," ujarnya.

Sebelum bicara program peningkatan PAD, lanjut Suko, pemka perlu melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi.

Teknisnya, intensifikasi dimaksudkan untuk memperoleh data hasil pelaksanakan program-program di Tulungagung.

"Sekarang sudah berbasis elektronik. Sehingga berbasis elektronik itu semaksimal mungkin itu harus dilakukan. Karena bagaimana juga itu salah satu cara untuk bagaimana menekan agar tidak terjadi kebocoran-kebocoran," ujar Suko.

"Termasuk juga ekstensifikasi itu bagaimana nanti menggali potensi-potensi yang ada di Kabupaten Tulungagung," paparnya.

Untuk diketahui, Suko merupakan anggota baru di tubuh birokrasi Pemkab Tulungagung. Sebelumnya, pejabat eselon II ini bertugas sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Jember.

Usai melakukan berbagai pertimbangan, Suko memutuskan mengikuti seleksi pejabat eselon II di Pemkab Tulungagung, sebelum akhirnya dia dinyatakan lolos dan ditempatkan di bapenda.

Baca Juga: Bukan Rp 11,7 Miliar, Potensi PAD dari Parkir Berlangganan di Tulungagung Diprediksi Rp 3,7 Miliar di Tahun Ini, Begini Penjelasan Dishub

Dia menambahkan, keputusan ini dibuatnya atas dasar pertimbangan diri sendiri dan keluarga.

Dia juga memastikan siap bekerja di bawah arahan bupati Tulungagung sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Dia mengungkapkan, keinginannya untuk mengakhiri masa baktinya sebagai abdi negara di Pemkab Tulungagung.

"Alasan memilih Tulungagung sebetulnya kan nyonya saya (asli)Tulungagung, Kalidawir. Sehingga ini merupakan suatu sisa sisa masa pengabdian saya ditempatkan, pindah tugas di Tulungagung. Kurang lebih sekitar delapan bulan (masuk masa pensiun)," sebutnya. (dit/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
Sumber : Radar Tulungagung
JLS tulungagung wisata