Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Di Kampung Tulungagung, Kicauan Burung dan Suara Radio Pagi yang Tak Pernah Hilang

Yoga Dany Damara • Minggu, 20 Juli 2025 | 14:00 WIB

 

Di perkampungan Tulungagung, pagi bukan sekadar waktu untuk memulai hari ia adalah ritual sunyi yang hidup dalam suara-suara kecil yang akrab.
Di perkampungan Tulungagung, pagi bukan sekadar waktu untuk memulai hari ia adalah ritual sunyi yang hidup dalam suara-suara kecil yang akrab.

TULUNGAGUNG - Di perkampungan Tulungagung, pagi bukan sekadar waktu untuk memulai hari ia adalah ritual sunyi yang hidup dalam suara-suara kecil yang akrab.

Dari ujung gang sampai halaman rumah, ada harmoni tak tertulis yang menandai pagi di desa-desa Tulungagung.

Kicauan burung peliharaan jadi alarm alami. Burung kacer, perkutut, atau cucak ijo menggema dari sangkar-sangkar yang digantung rapi di teras rumah warga Tulungagung.

Suaranya bersahut-sahutan, kadang terdengar lebih ramai daripada kendaraan yang belum banyak lalu-lalang.

Di sela itu, terdengar sapuan sapu lidi yang digesekkan ke tanah, suara ibu-ibu membersihkan halaman sambil sesekali menyapa tetangga.

Dan tentu saja, suara radio tua yang entah dari rumah siapa memutar lagu dangdut lawas, kadang diselingi ceramah subuh atau berita pagi.

Suara serak khas siaran AM itu menciptakan nostalgia tersendiri. Kadang terdengar lagu dari Rhoma Irama, kadang Yeni Inka versi koplo yang menyusup dari frekuensi lokal.

Suasana ini mungkin tak ada di kota. Tak ada alarm ponsel yang bisa menyaingi kedamaian pagi di kampung.

Semuanya berjalan pelan, tidak tergesa. Seolah waktu juga ikut melambat sejenak, memberi ruang bagi siapa saja yang ingin menikmati detik-detik pertama hari.

Pagi di kampung bukan hanya tentang memulai aktivitas, tapi juga tentang rasa - rasa dekat, tenang, dan akrab.

Baca Juga: Hari Minggu Seru di Alun-Alun Tulungagung dari Olahraga Pagi hingga Malam Kuliner Menggoda

Dan entah berapa tahun lagi, selama burung masih bersuara dan radio tua belum benar-benar mati, pagi di kampung akan tetap seperti ini: sederhana, tapi tak tergantikan. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#radio #tulungagung #burung #rumah