TULUNGAGUNG - Saat kota besar tetap menggeliat di malam hari, Tulungagung justru mulai meredup ?
Di Tulungagung sekitar pukul 21.00 malam, bukan tambah sepi, jalanan tetap terdengar suara kendaraan lalu lalang. Apalagi saat weekend.
Tak heran jika banyak orang menyebut Tulungagung sebagai kota yang “tidak tidur lebih awal” dibanding kota lain.
Fenomena ini mungkin terdengar aneh bagi kota kecil tetap hidup hingga larut malam.
Tapi bagi warga lokal, suasana yang ramai sudah menjadi bagian dari keseharian yang biasa dan nyaman.
Salah satu alasan utama mengapa Tulungagung tidak cepat sepi adalah gaya hidup warganya lebih memilih beraktivitas pagi hari hingga malam untuk gerakkan ekonomi.
Banyak warga sudah bangun sejak subuh untuk bekerja baik sebagai pedagang pasar, petani, atau buruh pabrik di siang hari. Namun malam hari tetap ada pekerja terutama kafe, tempat kuliner, tempat hiburan, layanan medis, dan lain-lain.
Jika nongkrong sampai tengah malam, banyak warga Tulungagung yang sudah terbiasa dengan fonomena tersebut.
Mereka memiliki banyak tempat hiburan malam kafe live music, atau pusat perbelanjaan yang buka hingga tengah malam.
Warung kopi pun tetap bergeliat dan pusat kuliner hingga malam.
Itu membuat suasana malam di Tulungagung terasa tak pernah “berhenti”.
Di situlah daya tarik Tulungagung. Kota ini memberi ruang bagi siapa saja yang rindu suasana malam yang tetap ramai. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah