Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gadis Asal Tulungagung Florenia Maharani, dari Penonton Tayub jadi Pelatih Tari dan Beauty Enthusiast

Sandy Sri Yuwana • Minggu, 20 Juli 2025 | 18:30 WIB
Florenia Maharani, remaja 18 tahun asal Ngunut, Kabupaten Tulungagung, ini membuktikan bahwa hobi bisa tumbuh jadi passion dan karier.
Florenia Maharani, remaja 18 tahun asal Ngunut, Kabupaten Tulungagung, ini membuktikan bahwa hobi bisa tumbuh jadi passion dan karier.

TULUNGAGUNG - Bagi Florenia Maharani, menari bukan hanya soal gerak tubuh, tapi soal rasa. Remaja 18 tahun asal Ngunut, Kabupaten Tulungagung ini membuktikan bahwa hobi bisa tumbuh jadi passion dan karier, asal ditekuni dengan hati.

Siapa sangka, kecintaannya pada kesenian tari berawal dari tontonan masa kecil di Tulungagung. “Waktu kecil sering diajak ayah nonton tayuban atau jaranan di acara keluarga,” cerita Flo, sapaan akrabnya.

Sejak umur tujuh tahun, ia sudah aktif di sanggar tari, ikut-ikut latihan hingga perlombaan di Tulungagung. Namun perjalanan tidak selalu mulus.

Saat SMP, Flo sempat vakum menari dan mengisi waktu dengan belajar make-up secara otodidak. Dunia kecantikan pun mencuri perhatiannya, hingga akhirnya ia masuk jurusan Kecantikan saat duduk di bangku SMK.

“Aku pengen bisa rias wajah sendiri pas tampil. Biar hemat, praktis, dan sesuai dengan karakter tarian,” ujar Flo sambil tersenyum.

Kini, kemampuan menari dan merias wajah sudah menjadi paket andalan bagi Flo. 

Dia tak hanya tampil di berbagai event seperti wedding, grand opening, hingga peringatan hari besar, tapi juga sudah punya manajemen sendiri dan menerima job rias.

Yang membuat kisahnya semakin inspiratif, Flo juga mengajar ekstra tari di salah satu SD. Meski masih duduk di bangku sekolah, ia sudah menjadi pelatih bagi anak-anak yang bahkan belum pernah belajar menari sebelumnya.

Hebatnya, murid-murid didikannya berhasil meraih juara 1 lomba tari tingkat kecamatan. “Rasanya bangga banget. Mereka baru pertama kali belajar, dan saya juga baru pertama kali melatih. Tapi kami bisa,” katanya bangga.

Flo juga membagikan tips mengatasi gugup saat tampil, "Kuncinya yakin. Ingat, ada banyak orang yang dukung kamu. Dan jangan lupa senyum, itu bisa bantu hilangin nervous." Kata Flo sambil tersenyum.

Bagi Flo, menari bukan cuma soal teknik. Tapi juga harus bisa menyampaikan pesan tarian. “Menari itu seni mengekspresikan diri. Harus tahu cerita di balik tarian, bukan sekadar hafal gerakan,” ujarnya.

Kini Flo punya mimpi besar. Dia ingin mencetak lebih banyak penari muda, membuat event budaya sendiri, dan membawa anak-anak didiknya naik ke panggung yang lebih tinggi.

“Semoga murid-muridku nanti bisa jadi penari hebat. Bahkan lebih hebat dari gurunya,” tutupnya penuh optimis. (sri)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #tari #karir #Tayub