TULUNGAGUNG - Di usia yang baru menginjak lima tahun, langkah mungil Defina Zenith Alfathunnisa Pranata sudah mantap menapaki panggung-panggung fashion show di Tulungagung dan luar daerah.
Tak hanya tampil percaya diri, Defina Zenith Alfathunnisa Pranata bocah asal Kelurahan Kutoanyar, Tulungagung, ini juga berhasil membuktikan kemampuannya dengan menyabet berbagai prestasi, bahkan di tingkat provinsi.
Keseharian Defina memang tak jauh berbeda dari anak-anak seusianya. Dia masih duduk di bangku TK Negeri Pembina Tulungagung.
Namun siapa sangka, di balik wajah polosnya, Defina sudah mencatatkan prestasi luar biasa sebagai model cilik.
Sejak usia dua tahun, sang ibu, Fitri Erna, melihat putrinya sudah mulai berjalan layaknya model diiringi alunan musik.
Bakat alami itu kemudian diasah lebih serius ketika Defina bergabung di salah satu agency modeling di kota marmer ini, saat usianya yang baru menginjak empat tahun.
“Awalnya hanya suka-suka di rumah, sering catwalk ala-ala. Tapi sejak ikut modeling, dia mulai ikut lomba-lomba fashion,” ujar Fitri Erna.
Bakat dan kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Sejumlah gelar juara berhasil ia raih, mulai dari tingkat lokal hingga provinsi.
Beberapa di antaranya adalah Juara 1 Top Model East Java Face 2024 di Surabaya, Juara Umum Top Model di Kabupaten Trenggalek, dan berbagai kejuaraan lainnya di Tulungagung, Kediri, dan Blitar.
Namun, dari sekian banyak prestasi yang telah diraih bocah imut tersebut, gelar Juara 1 Top Model East Java Face 2024 di Surabaya menjadi yang paling berkesan bagi keluarga kecil ini.
“Waktu itu dia sempat minder karena pesertanya dari kota-kota besar se-Jawa Timur. Tapi setelah saya beri motivasi agar percaya diri dan tampil maksimal, ternyata hasilnya di luar dugaan,” ujar sang ibu penuh kebanggaan.
Sebagai orang tua, Fitri mengaku tak hanya merasa bangga, tetapi juga terus memberikan dukungan agar putrinya tetap semangat dan bisa menembus ajang yang lebih besar.
Dia juga menyadari bahwa dunia fashion show anak memiliki tantangan tersendiri. “Anak-anak gampang bosan, kadang juga kehilangan semangat kalau kalah atau capek latihan. Di sinilah peran orang tua sangat penting untuk menjaga mental dan semangat mereka tetap menyala,” jelasnya.
Menurut dia, salah satu kunci agar anak-anak bisa tampil percaya diri adalah latihan rutin, pendampingan dari pelatih profesional, dan tentunya dukungan penuh dari orang tua.
Dia juga sering menyampaikan cerita-cerita sukses dari dunia modeling agar menjadi inspirasi bagi Defina.
Lebih jauh, dia berharap dunia fashion show anak mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
“Fashion show itu bukan sekadar lomba tampil. Ada nilai-nilai seni, kreativitas, kepercayaan diri, dan kerja sama yang dibangun sejak dini. Ini bisa jadi wadah positif untuk anak-anak mengembangkan bakat dan imajinasi mereka,” ungkapnya.
Dari Tulungagung, langkah Defina mungkin masih kecil. Namun dengan semangat, dukungan keluarga, dan ketekunan yang terus dipupuk sejak dini, bukan tak mungkin suatu hari nanti bocah itu akan benar-benar melenggang di atas catwalk kelas dunia. (sri)
Editor : Didin Cahya Firmansyah