TULUNGAGUNG – Car Free Day (CFD) di Tulungagung kini tak hanya jadi ajang olahraga dan rekreasi keluarga, pada Minggu (20/7/2025).
Di balik hiruk-pikuk warga yang jogging dan bersepeda di Jalan Ahmad Yani, ada satu komunitas yang mencuri perhatian: Komunitas Reptil Tulungagung.
Dengan membawa ular python albino, iguana hijau, hingga kura-kura sulcata raksasa, komunitas ini rutin memanfaatkan CFD Tulungagung sebagai panggung edukasi alternatif.
Tak sekadar memamerkan, mereka menyuguhkan pengalaman langsung berinteraksi dengan reptil sambil memberi edukasi kepada warga yang penasaran.
“Kami ingin mengubah persepsi. Banyak yang takut sama ular, padahal mereka bisa jinak dan tidak berbahaya kalau kita tahu cara menghadapinya,” ujar Andi Prasetyo, Ketua Komunitas Reptil Tulungagung.
Andi, yang telah memelihara reptil sejak 2012, mengaku bahwa komunitasnya terbuka untuk umum dan bahkan rutin menerima kunjungan dari pelajar hingga mahasiswa.
“CFD Tulungagung jadi titik pertemuan terbaik karena di sini semua kalangan kumpul.
Anak-anak bisa belajar, orang tua bisa bertanya, dan kami bisa berbagi pengetahuan secara langsung,” tambahnya.
Menurut Andi, edukasi tentang reptil sangat penting karena masih banyak kasus masyarakat membunuh ular liar tanpa memahami apakah ular tersebut berbahaya atau tidak.
“Dengan edukasi yang benar, kita bisa menjaga ekosistem dan juga mencegah korban,” ujarnya.
Tak sedikit pengunjung CFD yang berhenti dan berfoto bersama reptil.
Bahkan beberapa orang tua sengaja membawa anaknya untuk melihat langsung hewan-hewan eksotis yang biasanya hanya mereka lihat lewat televisi.
“Saya datang dari Boyolangu, tiap Minggu pagi selalu ke CFD. Anakku suka banget sama hewan reptil seperti ular,” kata Santi, warga Tulungagung.
“Biar dia belajar juga, dan bisa melihat langsung hewan-hewan reptil yang ada di sini.”
Dukungan dari warga inilah yang membuat komunitas reptil semakin semangat untuk terus hadir dan berbagi ilmu.
Tak hanya sekadar jadi atraksi, mereka juga membuka ruang donasi dan informasi untuk pelestarian reptil lokal di sekitar Tulungagung dan sekitarnya.
CFD Tulungagung tak sekadar ruang kosong tanpa kendaraan.
Ia telah menjelma menjadi ruang hidup dan interaksi, tempat bertemunya komunitas, edukasi, hiburan, dan inspirasi.
Keberadaan komunitas reptil Tulungagung di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa edukasi bisa hadir dari mana saja bahkan dari hewan-hewan yang selama ini kita takuti. (rin)
Editor : Didin Cahya Firmansyah