Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jajan Seribuan di SD Tulungagung Masih Ada Telur Gulung dan Rasa Nostalgia

Yoga Dany Damara • Senin, 21 Juli 2025 | 12:30 WIB
Jajan seribuan di SD Tulungagung bukan hanya soal perut kenyang dengan uang receh Tapi masih bertahan hingga kini
Jajan seribuan di SD Tulungagung bukan hanya soal perut kenyang dengan uang receh Tapi masih bertahan hingga kini

TULUNGAGUNG - Di tengah gempuran jajanan kekinian dan tren kuliner viral di Tulungagung, ternyata masih ada yang bertahan dari zaman SD penjual telur gulung, cilok, es mambo, hingga kue cubit warna-warni.

Kalau kamu mampir ke depan beberapa SD di Tulungagung, pemandangan ini bukan hanya hidup tapi juga penuh cerita masa kecil.

Telur gulung, jajanan legendaris di Tulungagung yang tak lekang oleh waktu aroma minyak panas dan suara cetakan telur yang beradu dengan tusukan bambu masih terdengar di depan gerbang sekolah.

Penjualnya mungkin sudah berganti generasi, tapi caranya menggulung telur tetap sama. Telur dikocok dengan sedikit penyedap, digoreng tipis, lalu digulung cepat dengan tusuk sate dan disajikan hangat dengan saus merah yang pedas manis. Harganya? Masih seribuan.

Cilok dan es Mambo.  Duo setia teman pulang sekolah cilok kenyal dengan kuah kacang gurih dan taburan bawang goreng juga tak pernah absen.

Ada juga es mambo dalam plastik panjang rasa cokelat, melon, hingga rasa-rasa "eksperimen" seperti susu-sirup dan alpukat KW. Bukan soal rasanya, tapi tentang memori saat rebutan beli sebelum bel masuk.

Penjual jajanan, merupakan penolong semasa kecil di waktu istirahat. Para penjual ini sering sudah mangkal sejak pagi. Tak hanya menjajakan makanan, mereka hafal nama anak-anak, tahu siapa yang suka utang dan siapa yang baru dapat uang jajan lebih.

Ada ikatan yang diam-diam terbentuk antara penjual dan murid hangat, lugu, dan penuh rasa percaya.

Kenapa masih bertahan? Karena anak-anak tetap butuh jajan murah. Karena rasa nostalgia itu tak bisa digantikan oleh boba atau croffle.

Dan karena setiap jajanan ini membawa ingatan masa kecil yang terus hidup di depan gerbang sekolah.

Jajan seribuan di SD Tulungagung bukan hanya soal perut kenyang dengan uang receh.

Tapi tentang detik-detik sebelum bel berbunyi, tentang antre di bawah terik matahari, dan tentang masa kecil yang rasanya ingin kita ulang lagi.

Dan untungnya, sebagian dari itu semua masih bisa kita temui sampai sekarang. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#jajanan #tulungagung #telur gulung #legendaris