Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pemkab Tulungagung Perluas TPA Segawe hindari Overload, DLH: Sudah Survei dan Penelitian sejak 2020

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 25 Juli 2025 | 02:30 WIB

 

Petugas kebersihan DLH Tulungagung sedang memantu tumpukan sampah di TPA Segawe.
Petugas kebersihan DLH Tulungagung sedang memantu tumpukan sampah di TPA Segawe.

TULUNGAGUNG – Peningkatan produksi sampah jadi perhatian khusus Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung.

Alasannya, kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) Segawe Tulungagung diprediksi tak lagi menampung volume sampai 2030 mendatang.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Tulungagung, Yudha Yanuar Hadi mengungkapkan, survei dan penelitian digelar oleh tim dari perguruan tinggi pada 2020 lalu.

“(Hasilnya) kalau ndak salah untuk TPS Segawe sendiri usianya mungkin bisa dikatakan overload di tahun 2029-2030,” ungkapnya, Rabu (23/7/2025).  

Itu sebabnya, pemkab berencana melakukan perluasan TPA dalam beberapa tahun ke depan. Dalam hal ini, pemkab perlu banyak berkomunikasi dengan jajaran lintas sektor, mengingat lahan yang dimaksud juga di bawah kewenangan Perum Perhutani.

“Di sisa waktu itu kita juga terus berproses untuk perluasannya. Antara 5 sampai 15 hektare (ha) rencana perluasannya. Sampai 2025 ini prosesnya masih dengan penyusunan DED dan juga terkait amdal-nya,” kata Yudha.

“Makanya itu kalau target kita harus bisa klir semua sudah selesai itu di tahun 2028, biar istilahnya nanti kita sudah berproses mikir terkait anggarannya,” paparnya.

Salah satu opsi yang ditimbang adalah mengajukan proposal pinjam pakai lahan ke Perhutani. Lalu, pemkab juga berencana membangun instalasi pengolahan sampah di lahan baru nanti.

“Tidak hanya landfill untuk pembuangan penumpukan sampah. Tetapi, kita harus ada istilahnya untuk pengolahan sampah,” sebutnya.

Rencananya, dari 10 ha lahan yang direncanakan, seluas 5 ha di antaranya akan difungsikan sebagai landfill atau lahan pembuangan sampah. Sisanya, pemkab berencana membangun instalasi pengolah sampah.

“Jadi didaur ulang. Seperti sekarang kan yang lagi ngetren ada didaur ulang menjadi RDF sebagai bahan pengganti batu bara atau pendamping batu bara. Terus ada juga pengomposan, karena yang di sana nanti yang kebanyakan organiknya terus ada,” tandasnya.

Menurut dia, hal ini akan berdampak pada sisi ekonomi masyarakat. Sebab, sampah yang didaur ulang tentu bernilai ekonomis jika dimanfaatkan secara baik.

“Terus ada mungkin budi daya maggot dan lain-lain. Kalau anorganiknya yang punya nilai ekonomi. Insya Allah sekarang pun di sana kan sudah ada pemulung, sekitar 30 orang,” tandasnya. (dit/c1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #tpa segawe #sampah