TULUNGAGUNG - Delapan pejabat ditujuk sebagai pelaksana tugas (plt) kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang lowong pascamutasi pejabat eselon II di pekan lalu. Pimpinan daerah perlu waktu sekitar dua bulan sebelum menunjuk pejabat definitif.
Total ada delapan OPD di Tulungagung yang tidak diisi oleh pejabat eselon II definitif. Yaitu, dinas PUPR, RSUD dr Iskak, disperkim, Inspektorat, dinas lingkungan hidup, DPMD, disbudpar, dan dinas kesehatan (dinkes). Adapun proses penunjukkan sudah rampung di awal pekan ini.
"(Penunjukkan) plt sudah saya tandatangani,” kata Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, Kamis (24/7/2025).
Sebelumnya, bupati menunjuk Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Anna Sapti Saripah sebagai plt Kepala Dinkes. Lalu, Kepala Bappeda Johanes Bagus Kuncoro sebagai plt kepala Disbudpar. Di awal pekan ini, enam plt lain juga ditunjuk untuk mengisi sisa enam OPD yang belum dipimpin pejabat definitif.
Baca Juga: Mutasi Pejabat 17 OPD di Tulungagung, Namun 8 Kursi Lowong Pimpinan
Rinciannya, plt kepala dinas PUPR dijabat oleh sekretaris dinas, Agus Sulistiyono. Lalu, plt direktur RSUD dr Iskak dijabat oleh wakil direktur pelayanan, dr Zuhrotul Aini.
“Saya sudah diskusi dengan semua manajemen yang ada di sana, terutama yan gsudah senior, yang lama, lalu spesialis. Saya minta pendapat tokoh yang ada di sana. Mayoritas mengerucut ke dr Aini,” ujarnya.
Sedangkan plt kepala Diperkim saat ini dijabat oleh Erwin Novianto yang secara defintif menjabat sebagai staf ahli. Adapun jabatan plt inspektur dijabat oleh irban II, Esthi.
“(Ditunjuk) Bu Esthi. Karena punya latar belakang hukum yang baik dan siap berkomunikasi dengan teman-teman APH,” kata Gatut.
Dan plt kepala DLH saat dijabat oleh Kabag Kesra, Makrus Mannan. Untuk diketahui, Makrus juga pernah menjabat sebagai sekretaris DLH.
“Saya membaca, melihat potensi, kira-kira siapa yang kerjanya nanti bisa maksimal di situ. Saya memilih orang-orang yang berbuat baik di sana. Record-nya baik. Saya lihat yang berpotensi itu Pak Makrus,” sambungnya.
Adapun plt kepala DPMD dijabat oleh Camat Tulungagung, Hari Prastijo atau yang karib disapa Yoyok ini. Menurut Gatut, Yoyok adalah sosok senior dan punya catatan positif.
“Pak camat ini kan orang senior. Sudah lama juga pernah kabid di sana. Karena stoknya ini terbatas, menurut kami Pak Yoyok ini orangnya kenceng. Lalu, di lapangan bagus,” akunya.
Pekerjaan rumah (PR) Pemkab Tulungagung selanjutnya adalah menggelar seleksi terbuka untuk mengisi OPD lowong dengan pejabat definitif.
“Pastinya saya enam bulan setelah pelantikan itu ndak perlu izin ke Kemendagri (untuk menunjuk pejabat definitif). Insya Allah itu nanti akan kita evaluasi dengan Pak Sekda dan Pak Soeroto (kepala BKPSDM),” sebutnya.
“Yang punya stok-stok yang baik, yang punya SDM yang baik yang bisa menempati posisi yang terbaik. Di Tiga bulan ini akan ktia evaluasi dan akan kita amati pergerakannya,” kata dia.
Artinya, bupati masih waktu sebelum mulai menunjuk pejabat definif usai dilakukan evaluasi kinerja pejabat dalam beberapa waktu ke depan.
“Ya, satu bulan, dua bulan ke depan. Mohon doanya,” pungkasnya. (dit)