TULUNGAGUNG – Pengurus Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Tulungagung dilantik di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa pada Jumat (25/7/2025) sore. Momen ini dimaknai sebagai komitmen untuk meningkatkan prestasi di berbagai ajang.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kerja keras para pengurus PELTI periode sebelumnya.
Raihan dua medali perunggu di ajang Porprov IX Jatim 2025 beberapa waktu lalu membuktikan dedikasi para pengurus periode lama.
Baca Juga: Stave Forbes Punya Alasan Khusus Pilih Presiden Prabowo jadi Keynote Speaker di Forbes CEO Global Conference pada Oktober 2025
“Terima kasih atas prestasi yang diberikan di Porprov Malang beberapa hari yang lalu,” sebutnya.
Pemkab, lanjut Gatut, siap bersinergi dengan jajaran pengurus baru yang dilantik di kesempatan ini. itu berkaitan dengan upaya peningkatan prestasi atlet di berbagai ajang ke depan.
“Agr pertenisan Tulungagung lebih maju dan lebih bsia bersaing di kancah Jatim, khususnya juga nasional,” paparnya.
Dia juga berpesan agar struktur pengurus PELTI Tulungagung yang baru terus menjalin kekompakan di internal dan juga ke luar cabor, termasuk pemkab.
“Segera ke depan kita bisa menatap dan bisa menorehkan prestasi yang terabik. Tentunya dengan membina atlet-atlet yang muda ini sehingga ke depan bsia berprestasi ke tingkat yang lebih maju lagi,” tegasnya.
Baca Juga: Empat Sekolah di Tulungagung Jalani Penjurian Tahap Kedua di Hari Keempat Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI)
Ketua PELTI Tulungagung, Hari Prastijo mengungkapkan, pembinaan atlet di berbagai usia sudah digelar oleh internal induk cabor. Itu jadi salah satu upaya untuk memastikan PELTII Tulungagung siap untuk menyumbang prestasi di berbagai kejuaraan di berbagai kelompok usia.
“Karena pembinaan kita berjalan secara simultan. Pembinaan mulai KU-8, 10, 12, 14, sampai sekarang 18 (tahun). lapisan itu kita sudah punya,” akunya.
Raihan dua medali perunggu di Porprov IX Jatim 2025 beberapa waktu lalu juga jadi bahan evaluasi. Laki-laki yang karib disapa Yoyok ini menerangkan bahwa seharusnya anak asuhnya bisa mendapat prestasi lebih. Tapi, adanya aturan baru membuat daerah lain mendapat keuntungan.
“Seharusnya kita mampu emas. Karena regulasinya kita yang dirugikan. Yang (Porprov 2023) kemarin KU-21 maksimal. (Tahun ini) harusnya sama. Tapi di tahun ini KU-23. Sehingga juara yang tahun kemarin bisa ikut di tahun ini,” tegasnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra