TULUNGAGUNG - Maraknya kasus HIV/AIDS yang menyerang kalangan remaja menunjukkan lemahnya moral anak muda Tulungagung.
Pesan sederhana tapi penuh makna yang bertajuk “Sayang Tanpa Telanjang” adalah kampanye yang kini digaungkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tulungagung dalam menghadapi meningkatnya kasus HIV di kalangan remaja.
Menurut Psikolog sekaligus Sekretaris I KPA Tulungagung, Ifada Nur Rohmaniah, M.Psi., kampanye ini mengusung nilai kesadaran diri, privasi tubuh, dan kesetiaan dalam hubungan.
Pesannya tegas. Yaitu hubungan seksual seharusnya menunggu setelah menikah. Para remaja harus bisa menahan diri dalam pergaulan tersebut.
Dia menyebut edukasi dengan pendekatan moral yang sakral terkait hubungan seksual harus lebih ditingkatkan.
Terutama untuk para kawula muda di Kota Marmer ini. “Kita ingin anak-anak muda menyadari bahwa tubuh adalah sesuatu yang sakral. Mereka harus bisa menjaga diri, menjaga masa depan mereka,” terang Ifada.
Kampanye ini bukan sekadar slogan. Dalam praktiknya, KPA telah menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah, organisasi masyarakat, hingga majelis taklim untuk menyampaikan pesan kampanye secara konsisten.
Edukasi tersebut juga dilakukan melalui media sosial, yang aktif membagikan konten edukatif, serta program Sinau Agomo sebagai penguatan spiritual bagi remaja dan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).
“Remaja harus dibekali bukan hanya dengan informasi, tapi juga nilai dan moral. Karena hubungan seksual bukan hanya soal fisik, tapi soal tanggung jawab,” jelasnyanya.
Melalui kampanye ini, KPA berharap bisa memutus mata rantai penyebaran HIV yang kini mulai menyasar kelompok usia muda.
Pasalnya, seperti yang telah diberitakan kemarin, hingga tahun 2025 ini data menunjukkan lebih dari 400 kasus HIV/AIDS telah ditemukan pada remaja usia 15-24 tahun di Tulungagung.
Baca Juga: Kasus HIV AIDS di Tulungagung Meningkat di Kalangan Remaja dan Ibu Rumah Tangga
Angka yang menunjukkan urgensi penanganan dari hulu. Maka harus ditangani lebih serius “Kampanye ‘Sayang Tanpa Telanjang’ bukan untuk menghakimi, tapi untuk menyelamatkan,” pungkasnya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung tengah melakukan beberapa upaya untuk menekan penyebaran kasus HIV, agar tidak semakin meluas di kota marmer ini.
Sebelumnya Dinkes Tulungagung telah mencatat sebanyak 183 kasus baru HIV sejak awal hingga pertengahan tahun 2025.
Angka tersebut mendekati separo dari total kasus di tahun 2024 yang mencapai 359 kasus. Dengan tren ini, diperkirakan jumlah kasus hingga akhir tahun akan relatif sama seperti tahun lalu. (sri/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah