TULUNGAGUNG – Musim panen raya tengah berlangsung di wilayah Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.
Meskipun hasil panen tahun ini mengalami penurunan, para petani di Tulungagung tetap merasa terbantu dengan harga gabah yang tergolong tinggi.
Salah satu pemilik lahan sawah di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Mastur mengungkapkan, hasil panen kali ini jauh di bawah rata-rata dari musim tanam di Tulungagung sebelumnya.
Dari lahan seluas sekitar 140 meter persegi yang dimilikinya, Mastur hanya mampu memanen sekitar 11 kuintal padi. Jumlah tersebut menurun cukup jauh dibanding jumlah panen biasanya.
“Biasanya bisa dapat 17 kuintal, tapi kali ini cuma 11. Banyak yang kena hama wereng dan cuacanya juga kurang mendukung,” jelasnya saat ditemui di lokasi panen, Selasa (29/7/2025).
Hal senada disampaikan oleh Wawan, petani dari desa yang sama. Menurut dia, kendala hama dan perubahan cuaca sangat memengaruhi produktivitas padi tahun ini.
Namun demikian, dirinya bersyukur karena kualitas padi yang dihasilkan tetap baik, sehingga masih diminati oleh pengepul. Dia juga menyebut hasil panen ini langsung dibeli pengepul di lokasi panen.
“Harganya alhamdulillah bagus, sekarang bisa tembus Rp 7.200 sampai Rp 7.300 per kilogram dari tangan petani. Langsung dibeli pengepul,” ujarnya.
Dalam satu tahun, para petani di lahan tersebut biasanya bisa melakukan panen sebanyak dua hingga tiga kali. Namun, fluktuasi hasil panen masih sangat bergantung pada faktor alam dan serangan hama.
Meski hasil turun, para petani berharap tren harga yang baik ini bisa terus berlanjut, agar tetap memberikan keuntungan meskipun dari volume panen yang menurun.
Pemkab dan dinas terkait pun diharapkan lebih proaktif dalam memberikan pendampingan dan solusi, terutama dalam pengendalian hama serta adaptasi terhadap perubahan iklim. (sri/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah