Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tukang Ronda dan Kentongan Malam di Tulungagung sebagai Penjaga Kampung yang Tetap Eksis di Era Digital

Yoga Dany Damara • Rabu, 30 Juli 2025 | 05:15 WIB
Pos ronda dengan kentongan masih ada di Tulungagung yang tetap bertahan di tengah gempuran era digital.
Pos ronda dengan kentongan masih ada di Tulungagung yang tetap bertahan di tengah gempuran era digital.

TULUNGAGUNG - Di saat kota besar sibuk dengan CCTV dan satpam berjas resmi, terkadang kampung-kampung di Tulungagung masih punya sistem keamanan klasik yang tak lekang oleh waktu ronda malam.

Lengkap dengan kentongan bambu, senter, dan kopi panas, para tukang ronda di Tulungagung tetap setia menjaga lingkungan dari gelap hingga fajar.

Setiap malam, jadwal ronda bergilir berjalan seperti biasa. Di gardu kecil pinggir jalan atau pos ronda sederhana di Tulungagung, para bapak-bapak berkumpul.

Ada yang membawa kopi, ada yang menyalakan api unggun kecil, dan ada pula yang datang hanya dengan niat baik: menjaga kampung.

Kentongan jadi simbol utama. Suara “tong-tong-tong” yang khas itu bukan sekadar bunyi itu sinyal bahwa warga masih peduli pada keamanan bersama.

Jika ada tanda bahaya atau gangguan, kentongan dipukul dengan pola tertentu untuk memperingatkan warga. Sebuah sistem komunikasi tradisional yang masih sangat efektif.

Yang membuat ronda malam ini istimewa bukan hanya soal tugas menjaga keamanan, tapi suasana kekeluargaan yang tercipta.

Di sela-sela patroli, obrolan ringan mulai dari harga sembako, kabar tetangga, sampai gosip artis jadi bumbu penyemangat malam.

Ronda malam seolah jadi ajang temu kangen para kepala keluarga, ruang sosial yang jarang ditemukan di media sosial.

Tradisi ini menunjukkan kuatnya nilai gotong royong yang masih hidup di masyarakat pedesaan. Tak ada bayaran, tak ada target.

Hanya rasa tanggung jawab bersama demi lingkungan yang aman dan nyaman. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #ronda #malam