Tulungagung – Konseling tak lagi terbatas pada ruang tertutup di sekolah. Hal ini dibuktikan oleh Endah Lestari, S.Pd., guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMP Negeri 1 Pucanglaban, Tulungagung, yang menggagas program BK MENYAPA (menjangkau siswa sampai pelosok desa).
Program ini merupakan bentuk nyata layanan konseling yang menjangkau peserta didik hingga ke rumah-rumah mereka, terutama yang tinggal di daerah terpencil dan sulit dijangkau.
Melalui kegiatan home visit, guru BK dapat memahami permasalahan siswa secara lebih komprehensif, baik secara akademik, sosial, maupun emosional.
“Banyak peserta didik kami mengalami kendala di luar sekolah, mulai dari keluarga yang tidak utuh, ekonomi terbatas, hingga minimnya dukungan belajar. Program ini menjembatani itu semua,” ungkap Endah.
Dalam setiap kunjungan, ia tidak hanya membawa perangkat asesmen dan administrasi, tetapi juga membawa empati dan semangat pendampingan.
Komunikasi dengan orang tua menjadi bagian penting dari program ini, guna memperkuat kerja sama antara sekolah dan keluarga.
Hasilnya mulai terlihat. Beberapa siswa yang sebelumnya kurang disiplin mulai hadir secara teratur.
Siswa yang kehilangan motivasi kembali aktif belajar. Orang tua yang semula enggan berkomunikasi kini mulai terbuka dan mendukung perkembangan anak.
Tidak hanya itu, layanan BK juga diberikan melalui platform digital. Endah tetap membuka ruang komunikasi melalui WhatsApp, dan media sosial, sehingga peserta didik dapat mengakses layanan bimbingan kapan pun dibutuhkan.
Program ini menjadi inspirasi bagi para pendidik lain, terutama yang bertugas di wilayah dengan kondisi geografis menantang.
Dengan pendekatan humanistik dan kolaboratif, layanan BK menjangkau peserta didik secara lebih luas.
Melalui dedikasinya, ia menunjukkan bahwa seorang guru sejati bukan hanya pendidik di kelas, tetapi juga pelayan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz