Tingkat Okupansi Hotel di Tulungagung Merosot, Bupati Tekankan Kolaborasi dengan Sektor Pariwisata

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Kamis, 31 Juli 2025 | 02:30 WIB

 

Sektor usaha perhotelan dan restoran di Tulungagung yang masih belum pulih pasca pandemi Covid-19.
Sektor usaha perhotelan dan restoran di Tulungagung yang masih belum pulih pasca pandemi Covid-19.

 

TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung soroti tingkat hunian kamar hotel (okupansi) di Kabupaten Tulungagung yang sedang mengalami penurunan signifikan akhir-akhir ini. Data mencatat hingga Mei 2025, tingkat penghunian kamar (TPK) hanya berada di angka 31,37 persen. Artinya, dari seluruh kamar hotel yang tersedia, hanya sekitar sepertiganya yang terisi.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, saat menghadiri pelantikan pengurus Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Tulungagung periode 2025–2030, Rabu (30/7/2025).

Dia mengaku, turut prihatin melihat sektor usaha perhotelan dan restoran di Tulungagung yang masih belum pulih pasca pandemi Covid-19. Apalagi saat ini sedang diperlakukan efisiensi besar-besaran oleh pemerintah pusat.

Sehingga juga mempengaruhi sektor usaha tersebut yang biasa dipakai untuk tempat-tempat rapat atau kunjungan kerja oleh pemkab.

“Hal ini tentu menjadi keprihatinan kita bersama. Setelah sektor pariwisata sempat bangkit pasca-pandemi Covid-19, kini kembali melambat akibat tekanan ekonomi dan efisiensi anggaran yang memengaruhi aktivitas perjalanan dan pertemuan,” ujar Bupati.

Bupati Gatut Sunu menyebut, tantangan yang dihadapi sektor perhotelan dan restoran memang tidak kecil. Namun dia yakin, dengan semangat kerja sama dan soliditas, pelaku usaha kembali tumbuh.

Dia juga menyebut saat ini peran PHRI Tulungagung sangatlah penting untuk kemajuan sektor usaha perhotelan dan restoran di Tulungagung.

Dia menegaskan bahwa Pemkab Tulungagung membuka ruang seluas-luasnya bagi PHRI Tulungagung untuk terlibat dalam proses penyusunan kebijakan sektor pariwisata.

Menurut dia, kolaborasi ini penting agar regulasi yang dilahirkan benar-benar mencerminkan kebutuhan para pelaku usaha.

“Pemerintah siap mendukung, namun kami juga butuh partisipasi aktif dari PHRI agar kebijakan pariwisata tepat sasaran dan sesuai dengan dinamika di lapangan,” jelasnya.

Gatut Sunu menyampaikan pihak-pihak terkait di sektor usaha perhotelan dan restoran bisa bersatu untuk membangkitkan kembali sektor perhotelan dan restoran di Tulungagung ini. (sri/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
Sumber : Radar Tulungagung
tulungagung hotel okupansi