Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pemkab Tulungagung Pantau Terus Alsintan yang Minim di Berbagai Wilayah Agar Optimalisasi Produksi Pertanian Tidak Terhambat

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 31 Juli 2025 | 03:00 WIB
Petani Dusun/Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, saat ini memasuki masa tanam. Namun masih ada keluhan terkait keterbatasan pupuk subsidi.
Petani Dusun/Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, saat ini memasuki masa tanam. Namun masih ada keluhan terkait keterbatasan pupuk subsidi.

TULUNGAGUNG  – Meski produksi pertanian di semester pertama tahun ini menunjukkan grafik naik, Pemkab Tulungagung masih harus memelototi minimnya alat dan mesin pertanian (alsintan) di berbagai wilayah.

Itu sebabnya Pemkab Tulungagung menginstruksikan dinas mendata kebutuhan di masing-masing gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk diajukan ke pemerintah pusat.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo mengungkapkan bahwa pemkab menerima informasi soal minimnya irigasi di wilayah Tanggunggunung. Itu sebabnya pemkab segera menggelar komunikasi dengan jajaran terkait untuk melakukan pengadaan.

“Dan saya sudah membantu beberapa titik untuk tahun 2025 ini yang kerjasama dengan Pak Dandim agar mencari titik-titik air yang menghasilkan air bersik, tiga titik,” tandasnya, Selasa (30/7/2025). 

Selain itu, ada berbagai persoalan lain yang menyebabkan proses optimalisasi hasil produksi di berbagai wilayah lain di tahun ini terhambat. Itu sebabnya, pemkab berencana mengajukan bantuan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.

“(Yang diajukan) itu terkait pengeboram, irigasi,” ungkapnya.

Gatut juga mengungkapkan adanya instruksi dari pemerintah pusat ke Pemkab Tulungagung. Isinya adalah meminta pemkab untuk menyusun daftar kebutuhan alsintan.

“Dan ini saya minta pada dinas pertanian. Kalau bisa per kecamatan itu bisa (mengajukan) minimal 5-10,” katanya.

Pengajuan dalam bentuk proposal ini akan dilayangkan ke pemerintah pusat begitu dinas rampung membuat daftar kebutuhan.

Jika satu kecamatan bisa mengajukan maksimal hingga 10 alsintan, maka, dipastikan Pemkab Bisa mengajukan total sebanyak 190 bantuan alsintan ke kementerian.

“Akan kita kawal. Semiga itu nanti benar-benar bisa terealisasi,” sebutnya.

Disinggung soal jumlah produksi komoditas pertanian di semester pertama tahun ini, Gatut mengungkapkan, produksi padi mencapai 178.794 ton, atau 103.706 ton beras.

Sedangkan kebutuhan beras per bulan sebesar 8.621,65 ton. Artinya, terjadi surplus 51.970 ton setara 50,01 persen. Jumlah ini diasumsikan mencukupi kebutuhan beras selama enam bulan kedepan.

Adapun produksi jagung mencapai sekitar 273.746 ton, bawang merah 584,9 ton, cabai rawit 366 ton, cabai besar 222,3 ton, cabai keriting 295,1 ton, dan tanaman perkebunan produksi tebu sekitar 39.964 ton. (dit)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#bupati #Pemkab Tulungagung #alsintan #pertanian