TULUNGAGUNG – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bagi anak sekolah se-Kabupaten Tulungagung mulai dilaksanakan.
Program tersebut sebagai bagian dari upaya deteksi dini masalah kesehatan peserta didik di Tulungagung. Program ini kini dikembangkan lebih spesifik untuk anak usia sekolah, menggantikan istilah lama “ Pemeriksaan Kesehatan Gratis Ulang Tahun”.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, dr Aris Setiawan MKes menjelaskan, program ini mencakup seluruh jenjang pendidikan formal dan nonformal mulai dari SD, SMP, SMA, hingga pesantren.
Bahkan, anak-anak yang tidak mengikuti pendidikan formal pun tetap menjadi sasaran layanan.
“Dulu, istilah Pemeriksaan Kesehatan Gratis hanya menyasar bayi, ibu hamil, lansia, dan orang dewasa. Sekarang sudah diperluas untuk kelompok anak sekolah dengan penyebutan berbeda, karena kebutuhan mereka juga berbeda,” terangnya, Kamis (31/7/2025).
Pemeriksaan Kesehatan Gratis anak sekolah kini dilakukan lebih detail mencakup pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan visus mata dan buta warna, kesehatan gigi dan telinga, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah.
Selain itu juga dilakukan pemeriksaan kebugaran fisik untuk siswa kelas 4 hingga kelas 6 SD.
“Dulu pemeriksaan UKS hanya dilakukan pada siswa kelas 1 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA. Sekarang cakupannya seluruh siswa,” lanjutnya.
Pemeriksaan ini juga melibatkan pendataan riwayat imunisasi dan penyakit keluarga, seperti hipertensi dan diabetes.
Pemeriksaan yang dilakukan secara lengkap ini bertujuan untuk mendeteksi dini dan pencegahan risiko penyakit kronis di masa mendatang.
“Kegiatan ini bertujuan sebagai skrining awal. Jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan seperti obesitas, gigi berlubang, atau gangguan penglihatan, akan diberi rekomendasi untuk pemeriksaan lanjutan ke puskesmas,” jelasnya.
Baca Juga: Tulungagung Terima Dropping 13.800 Dosis Vaksin Ternak, Langkah Preventif Cegah Kemunculan PMK
Dia memaparkan, pelaksanaan perdana telah dilakukan di SDN 3 Rejoagung yang menjadi lokasi uji coba tahap kedua dengan jumlah siswa diperiksa mencapai 93 anak pada hari Rabu (30/7/2025) kemarin.
Kegiatan ini direncanakan berlangsung secara bertahap hingga akhir tahun. Mengingat jumlah sasaran yang besar, sekitar 183 ribu siswa, maka pelaksanaan bisa dilanjutkan hingga semester awal tahun 2026.
Dia juga menekankan bahwa anak-anak yang berhalangan atau belum sempat diperiksa saat kegiatan berlangsung di sekolah tetap bisa mengikuti pemeriksaan secara mandiri ke puskesmas terdekat.
“Program ini kami jalankan dengan kerja sama dinas pendidikan agar tidak mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Harapannya pelaksanaannya bisa seragam, meskipun tidak harus sama persis,” pungkasnya. (sri/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah