TULUNGAGUNG - Dari Kelurahan Sembung, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, lahir seorang pelari muda berbakat yang kini harumkan nama daerahnya.
Dialah Maulana Syarifudin, 22 tahun, yang baru saja mengukir prestasi gemilang di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur pada awal bulan Juli 2025 ini, dengan meraih medali emas pada nomor estafet 4×100 meter putra untuk Tulungagung.
Bagi Maulana, medali ini bukan sekadar pencapaian. Dia menyebutnya sebagai hasil dari proses panjang penuh disiplin dan pengorbanan. "Latihannya dua tahun, Mas. Enggak bisa cuma dua bulan atau menjelang lomba," ujarnya kepada Radar Tulungagung, Kamis (31/7/2025).
Perjalanan Maulana di dunia atletik bermula selepas lulus dari bangku MTs. Dia mengenang saat itu ikut kejuaraan antarpelajar dan berhasil menyabet juara. Dari sanalah bakatnya dilirik oleh pelatih, yang kemudian mengajaknya bergabung dalam program latihan serius sejak SMA kelas 1.
Ajang porprov kali ini bukan yang pertama baginya. Sebelumnya, dia juga tampil di Porprov Jember dan sukses membawa pulang emas.
Namun, dia menegaskan bahwa pengalaman terbaru di Malang memberikan kesan mendalam. Bukan sekadar kompetisi lari biasa.
Prestasinya ini mampu membayar seluruh rasa capeknya dalam persiapan kompetisi. “Waktu finis dan tahu kalau juara, semua capek, semua lelah itu hilang. Rasanya plong banget,” ungkapnya dengan semangat.
Yang menarik, Maulana menjadi atlet dari cabang atletik estafet 4x100 meter yang mewakili Tulungagung dan meraih emas.
Dia bergabung dengan tim yang membawa bendera daerah di tengah sekitar 30 kontingen dari berbagai cabor.
Namun, di balik prestasi gemilang itu, ada tantangan berat yang harus dihadapinya yaitu melawan dirinya sendiri. “Terberat itu rasa malas. Kita sendiri yang harus bisa ngelawan,” tandasnya.
Kini, setelah porprov, Maulana bersiap menuju kejuaraan nasional (kejurnas) yang dia sebut sebagai target berikutnya. Bahkan, lebih jauh, dia sudah membidik untuk bisa tampil di PON. “Harapannya, saya bisa lebih dari sekarang,” ujarnya mantap.
Lebih jauh, Maulana tak lupa menyampaikan pesan kepada generasi muda Tulungagung yang ingin mengikuti jejaknya.
Dia menekankan pentingnya konsistensi latihan, menjaga pola makan, dan disiplin waktu istirahat. “Prestasi itu bukan instan. Harus disiapkan jauh sebelum lomba,” katanya memberi motivasi.
Dengan tekad dan semangat seperti itu, Maulana Syarifudin bukan hanya pelari cepat di lintasan, melainkan juga inspirasi yang berlari jauh menembus batas-batas impian anak muda Tulungagung. (*/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah