TULUNGAGUNG – Menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia, pakar ekonomi asal Tulungagung Prof Agus Eko Sujianto SE MM memberikan pandangan tajam terkait makna kemerdekaan, khususnya dalam konteks perekonomian daerah.
Prof Agus yang juga menjabat sebagai Kaprodi S-3 Ekonomi Syariah di UIN SATU Tulungagung ini menegaskan, hakikat kemerdekaan sejatinya terletak pada kesejahteraan rakyat.
Menurut dia, kesejahteraan itulah indikator utama dari sebuah negara yang benar-benar merdeka. "Pertanyaannya sekarang, apakah rakyat Indonesia, khususnya di Tulungagung, sudah sejahtera?" ujarnya retoris, Kamis (31/7/2025).
Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa kesejahteraan rakyat tidak bisa hanya diukur dari sektor ekonomi semata. Namun merupakan gabungan dari tiga sektor yang saling berkaitan erat yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
"Jika pendidikan rendah karena keterbatasan ekonomi, atau jika ada warga yang sakit tapi tidak bisa berobat karena tidak punya biaya, itu semua menunjukkan bahwa kita belum benar-benar merdeka," jelasnya.
Dia menegaskan bahwa pemerintah perlu menyusun kebijakan menyeluruh yang berpihak kepada ketiga sektor tersebut untuk menjamin kesejahteraan yang berkeadilan.
Dilihat dari sudut pandang ekonomi murni, dia menilai perekonomian Tulungagung menunjukkan perkembangan positif. Sektor UMKM dinilai terus bergerak dinamis, terutama terlihat dalam aktivitas-aktivitas masyarakat.
"Ketika ada kerumunan di sekolah atau pesantren, selalu ada para bakul makanan berjajar. Ini menunjukkan adanya perputaran ekonomi yang aktif," ungkapnya.
Namun demikian, dia menyoroti pentingnya peningkatan pelibatan sektor rumah tangga dalam aktivitas ekonomi lokal.
Dia menilai, jika keluarga-keluarga di rumah memiliki pekerjaan atau usaha kecil, maka mereka memiliki penghasilan yang akan meningkatkan daya konsumsi dan membuka peluang terjadinya full employment atau kesempatan kerja penuh.
"Sektor seperti konveksi sangat potensial melibatkan para ibu rumah tangga. Ini bisa menjadi penggerak ekonomi akar rumput," tuturnya.
Dia berharap momentum kemerdekaan ini bisa menjadi refleksi bersama bagi pemerintah dan masyarakat untuk semakin mendorong pemerataan kesejahteraan.
Tidak hanya di tingkat makro, tetapi juga menyentuh hingga ke lini terkecil dalam masyarakat. (sri/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah