TULUNGAGUNG – Revitalisasi pasar masuk dalam agenda Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung. Mengingat sumber pendanaan dimugnkinkan berasal dari pemprov atau pemerintah pusat, pemkab mengungkapkan bahwa realisasi program direncanakan di tahun depan.
Pengusulan bantuan dari Pemkab Tulungagung sudah dilakukan melalui dua skema. Rinciannya, bantuan keuangan (BK) provinsi dan melalui kementerian.
Setidaknya ada dua pasar tradisional di Tulungagung yang disasar dalam pengajuan bantuan. Yakni, Pasar Campurdarat dan Pasar Besuki. Penentuan dua pasar yang dimaksud didasarkan pada beberapa hal.
“Untuk yang Pasar Campurdarat pada 2021 kan terdampak kebakaran. Bisa dibilang hampir 40 persen yang terdampak. Maka dari itu, 2021 di Oktober kita ajukan DED dulu. Setelah itu, kita ajukan untuk revitalisasi lewat dana TP sama BK provinsi,” kata Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Kabupaten Tulungagung, Iwan Purwantoro, Kamis (31/7/2025).
Lalu, pemilihan Pasar Besuki didasarkan pada kondisi fisik pasar yang sudah tak lagi representatif.
Hal ini dikhawatirkan berpengaruh pada aktivitas jual beli di pasar tradisional tersebut.
“Karena untuk dari segi konstruksi bangunan bisa dibilang sudah tidak layak, karena tinggi bangunan hampir sama dengan engan jalan,” ucap Iwan lagi.
“Ketika hujan tergenang. Dari komisi C juga meninjau. Kita juga usulkan lewat beliau. Katanya juga mau dibantu untuk mengusulkan,” bebernya.
Nominal yang diajukan juga terbilang besar. Itu karena ada banyak item yang harus ditangani dalam rencana revitalisasi pasar di tahun depan.
“Kalau kemarin untuk Pasar Campurdarat itu kita masih mengadopsi untuk DED yang awal. Kita belum sempat untuk review. (Kebutuhan) sekitar Rp 16,9 miliar. Kalau yang Pasar Besuki Rp 11 miliar,” tandasnya.
Memang belum bisa dibilang pasti, tapi besar kemungkinan rencana revitalisasi pasar tradisional akan direalisasi tahun depan.
“Kalau untuk BK provinsi di April, kita mengajukan lewat bappeda itu untuk tahun anggaran 2026,” sebutnya. (dit/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah