Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Nasi Pecel Pagi Hari Tulungagung Menu Wajib Sebelum ke Sawah

Yoga Dany Damara • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 14:15 WIB
Nasi pecel bukan sekadar sarapan. Bagi banyak warga Tulungagung, ini adalah ritual pagi sebelum mulai kerja
Nasi pecel bukan sekadar sarapan. Bagi banyak warga Tulungagung, ini adalah ritual pagi sebelum mulai kerja

TULUNGAGUNG - Di banyak sudut desa di Tulungagung, pagi hari tak hanya dimulai dengan kokok ayam atau kabut tipis yang masih menggantung di sawah.

Ada satu hal yang juga jadi penanda pagi di Tulungagung: aroma sambel pecel yang menguar dari warung-warung sederhana di pinggir jalan.

Nasi pecel bukan sekadar sarapan. Bagi banyak warga Tulungagung, ini adalah ritual pagi sebelum mulai kerja, terutama bagi para petani yang hendak turun ke sawah.

Murah, mengenyangkan, dan tentu saja menggugah selera itulah kekuatan menu ini.

Mulai dari pecel yang dibungkus daun pisang dengan harga belasan ribu rupiah, hingga yang disajikan di warung kecil dekat pasar atau pinggir jalan di Tulungagung, semuanya punya cita rasa lokal yang khas.

Bumbu kacangnya gurih pedas, sayurnya segar, dan kadang ditemani tempe goreng, peyek renyah, atau telur dadar tipis.

Uniknya, nasi pecel pagi ini bukan cuma soal makanan.

Ia sudah menyatu dalam rutinitas harian warga tempat bertemu, ngobrol sebentar, lalu melanjutkan aktivitas masing-masing.

Bahkan tak jarang, obrolan ringan di warung pecel bisa jadi ajang tukar kabar seputar kampung.

Di tengah tren makanan modern dan cepat saji, nasi pecel pagi ala Tulungagung tetap jadi bukti bahwa cita rasa lokal dan tradisi sederhana bisa bertahan bahkan bersinar. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #nasi pecel #sawah