TULUNGAGUNG – Di balik desain interior yang estetis dan fungsional dari Tulungagung, ada perjalanan panjang penuh tekad dari sosok muda bernama Andreas Andika Jaya, lulusan Desain Interior Universitas Kristen Petra, Surabaya, sekaligus pendiri One Icons Interior Design.
Ketertarikan Andreas, terhadap dunia desain tak datang secara tiba-tiba. Sejak kecil, warga Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, ini sudah terbiasa mengikuti sepupunya yang berprofesi sebagai desainer interior.
Mulai dari ikut survei proyek di Tulungagung maupun luar kota hingga melihat langsung proses pengerjaan. Dengan kebiasaan tersebut membuatnya akrab dengan berbagai istilah teknis dan seluk-beluk dunia interior. Dari situlah ketertarikannya tumbuh dan berkembang menjadi panggilan profesi.
Saat masih kuliah, Andreas mulai menerima proyek-proyek desain secara mandiri. Salah satu klien pertamanya bahkan berasal dari Kalimantan Timur jauh dari zona nyaman mahasiswa pada umumnya. Tapi pengalaman itulah yang makin memantapkan pilihannya untuk serius di bidang interior.
Setelah lulus, dia kembali ke Tulungagung dan memulai langkah awal dari tempat paling sederhana: garasi rumah orang tua. Dari ruang kecil tersebut, Andreas mulai merancang, menerima klien, bahkan memproduksi langsung furnitur bersama tukang lokal.
Dia melihat peluang besar di kota kecil ini walaupun pada saat itu orang masih banyak memesan interior dari luar kota, Andreas justru menawarkan sistem desain dan produksi lokal yang lebih efisien, metode kerja cepat, dan transparan.
Tahun 2017, lahirlah One Icons Interior Design, sebagai jawaban atas kebutuhan akan jasa interior yang tak hanya mengutamakan estetika, tapi juga fungsionalitas, transparansi dan ketepatan eksekusi.
Nama “One Icons” dipilih karena Andreas ingin setiap hasil karyanya menjadi “ikon nomor satu” yang diingat klien. Logonya pun menggambarkan angka satu yang dimirror, melambangkan visi untuk jadi yang terdepan dan terpercaya.
Kini, One Icons dikenal bukan hanya karena kualitas desainnya, tapi juga karena sistem kerja yang terstruktur, transparan, dan berorientasi solusi. Andreas dan tim selalu memulai proyek dengan survei langsung ke lokasi, dilanjutkan dengan diskusi mendalam tentang kebutuhan, fungsi ruang, serta penyesuaian desain dengan budget klien.
Bahkan, biaya desain akan dikembalikan dalam bentuk cashback jika klien melanjutkan hingga tahap produksi.
“Desain interior itu bukan soal gaya-gayaan. Tapi tentang bagaimana kita menciptakan ruang yang nyaman, berfungsi baik, dan merepresentasikan pemiliknya. Itu yang kami tekankan di setiap proyek,” ujar Andreas.
Keunggulan lain dari One Icons adalah lokasi workshop dan kantor yang terintegrasi, sehingga proses desain bisa langsung direalisasikan sesuai dengan ekspetasi desain dengan team profesional yang berwadah di one icons.
Hal ini menjamin kualitas, waktu pengerjaan, hingga hasil akhir sesuai dengan ekspektasi klien.
Kini, proyek One Icons tak hanya tersebar di Tulungagung, tetapi juga menjangkau Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga beberapa kota besar lain.
Andreas pun punya mimpi besar: menjadikan One Icons sebagai salah satu penyedia layanan interior design & build terpercaya di tingkat nasional.
“Bagi saya, One Icons bukan sekadar bisnis. Ini adalah bentuk ekspresi dan tanggung jawab untuk menciptakan ruang yang punya makna, fungsi, dan keindahan/estetika. Dengan tim kami yang ada sekarang kami siap mewujudkan keinginan dan ekspetasi klien kami,” pungkasnya. (meg)
Editor : Didin Cahya Firmansyah
Sumber : Radar Tulungagung