TULUNGAGUNG - Semangat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Tulungagung terlihat menyala dalam Pelatihan Digital Marketing dan Seminar UMKM Naik Kelas Tahap Pertama yang digelar pada Sabtu (2/8/2025), di Balai Suhartini Lotu's Garden Café and Resto, Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru.
Acara yang digelar oleh Jawa Pos Radar Tulungagung ini tidak hanya menjadi ruang belajar tentang strategi pemasaran digital, tetapi juga menjadi wadah diskusi lintas sektor, dari hak kekayaan intelektual hingga legalitas produk.
Pemateri utama dalam pelatihan UMKM Tulungagung ini adalah Yufi Priyo Sutanto ST MM, seorang akademisi sekaligus praktisi digital marketing.
Di hadapan sekitar 60 peserta dari berbagai jenis usaha UMKM, Yufi membedah pentingnya digital marketing sebagai kebutuhan pokok dalam menjalankan bisnis masa kini.
“Digital marketing itu keniscayaan. Mau usaha mikro, kecil, menengah, bahkan PT sekalipun, tetap harus masuk ke dunia digital. Karena HP di tangan kita hari ini itu bukan cuma alat komunikasi, tapi juga potensi pasar,” ujar Yufi kepada Jawa Pos Radar Tulungagung.
Yufi menjelaskan secara sistematis bagaimana pelaku UMKM bisa melakukan riset produk dan pasar, memilih platform digital yang sesuai, memahami algoritma media sosial, serta mengelola hubungan pelanggan (CRM) secara online.
Dia juga menekankan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu UMKM dalam membuat konten promosi yang efisien.
“AI itu bukan hal yang susah. Cukup tahu cara memberi perintah sederhana, ibu-ibu usia 45 tahun pun bisa. Terpenting mau mencoba dan niat menggunakan platform digital untuk jualan,” tambahnya.
Sesi pelatihan berlangsung dinamis sejak pukul 09.00 pagi. Peserta dengan antusias mengikuti setiap penjelasan dan aktif berdialog melalui sesi tanya jawab.
Tak sedikit peserta yang langsung meminta contoh praktik dan studi kasus untuk dipelajari lebih lanjut.
Selain materi digital marketing, peserta juga mendapat informasi penting terkait pengembangan usaha, seperti sosialisasi HAKI dari disperindag, sertifikasi PIRT dari Dinas Kesehatan Tulungagung, serta sertifikasi halal dari Indonesia Halal Partnership dan BPJPH.
Kegiatan ini turut didukung oleh BSI Tulungagung, BRI Tulungagung, dan Zendo Tulungagung, yang ikut mendorong UMKM untuk naik kelas lewat jalur edukasi dan digitalisasi.
Dengan tingginya animo peserta dan materi yang aplikatif, pelatihan ini dinilai sebagai langkah nyata pemberdayaan UMKM lokal. Harapannya, pelaku usaha tidak hanya bertahan di tengah perubahan zaman, tapi juga mampu tumbuh dan bersaing secara lebih luas di era digital. (sri/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah