Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dalang Senior Asal Tulungagung, Ki Budi Plandang, Menakar Kemerdekaan dari Perspektif Seni Harus Diekspresikan dalam Karya Seni

Sandy Sri Yuwana • Senin, 4 Agustus 2025 | 01:25 WIB

 

Photo
Photo

 

TULUNGAGUNG– Usia kemerdekaan Indonesia yang menginjak delapan dekade bukan hanya dirayakan dalam bentuk seremonial dan kemegahan pesta rakyat termasuk di Tulungagung.

Bagi para pelaku seni di Tulungagung, momen ini juga menjadi ruang refleksi tentang makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Yaitu, kebebasan berekspresi dan berkarya.

Hal itu diungkapkan oleh Ki Budi Plandang, seorang dalang senior asal Tulungagung sekaligus pengamat seni pertunjukan, yang menilai bahwa kemerdekaan bagi seniman memiliki dimensi makna yang sangat khas.

"Makna kemerdekaan bagi seorang seniman kreator/pencipta adalah bebas berkarya sesuai ide dan gagasan," kata Budi, Sabtu (2/8/2025).    

Dia menegaskan bahwa seniman berharap mendapat kebebasan dalam menuangkan imajinasinya dalam sebuah karya. Tanpa ada tekanan dari pihak mana pun termasuk dari penguasa.

"Tentu saja kebebasan terukur. Bebas yang bertanggung jawab. Bebas yang mampu menghadirkan rasa merdeka (nyaman) bagi pihak lain. Bukan kebebasan tanpa batas. Atau kebebasan diri sendiri untuk menyerang atau mengurangi rasa merdeka pihak lain," jelasnya.

Dia mengaku bahwa saat ini seniman sudah mendapat “kelonggaran” dalam berkarya, meski belum sepenuhnya merdeka. Tetapi, kondisi sudah sangat berbeda dengan beberapa dekade yang lalu.

Dia menyebut, beberapa dekade lalu, penguasa sangat campur tangan dalam setiap karya para seniman tanah air. Dahulu sering sering terjadi, puisi sejumlah sastrawan dilarang dibacakan atau  disajikan dalam pementasan.

Teater dipaksa menghentikan pergelarannya jika sajiannya mengetengahkan kritik tajam terhadap penguasa. Dahulu juga banyak lagu yang harus ditarik dari peredaran jika liriknya berani mengkritik kebijakan negara.

"Hal semacam itu, dahulu di era 1990-an, sering terjadi dan dianggap lumrah. Kebebasan atau kemerdekaan bagi seorang seniman seakan diberangus," kenangnya.

Tetapi saat ini kebebasan berkarya bagi seniman di tanah air bisa dikatakan lebih longgar. Dalam berkarya, seniman tidak harus selalu dimata-matai oleh penguasa.

"Buktinya banyak pementasan teater, wayang kulit, lagu, yang isinya mengkritik penguasa, tetap bisa digelar," tandasnya.

Maka sebagai wujud imbalan tanggung jawab, Budi mengimbau kepada para seniman untuk menghasilkan karya-karya lebih bermutu.

"Sehingga karya para seniman sekarang juga harus mampu menghadirkan citra bahwa kita adalah seniman yang merdeka. Seniman yang mampu melahirkan karya seni yang bersekspresi sebagai bangsa yang merdeka," pungkasnya. (sri/c1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #Ki Budi Plandang #dalang senior #HUT RI Ke 80