Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ibu di Tulungagung yang Diduga Bunuh Bayi Sendiri Perlu Pendampingan Psikolog untuk Penanganan Kasus

Aditya Yuda Setya Putra • Selasa, 5 Agustus 2025 | 13:21 WIB

 

 

Bayi ditemukan tewas dan diduga jadi korban kekerasan ibu kandungnya sendiri di wilayah Boyolangu, Tulungagung. Tampak jenazah bayi saat diotopsi di RSUD dr Iskak Tulungagung, Minggu (3/8/2025).
Bayi ditemukan tewas dan diduga jadi korban kekerasan ibu kandungnya sendiri di wilayah Boyolangu, Tulungagung. Tampak jenazah bayi saat diotopsi di RSUD dr Iskak Tulungagung, Minggu (3/8/2025).

TULUNGAGUNG - Dugaan MA, warga Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, membunuh bayinya sendiri yang baru dilahirkannya makin menguat dari hasil penyelidikan polisi.

Psikolog di Tulungagung menduga hal ini diakibatkan oleh latar belakang MA yang berasal dari keluarga yang tidak utuh. Itu membuat kondisi psikologis ibu muda ini perlu pendampingan khusus.

Psikolog, M Fauzi Setiawan menerangkan, masyarakat dan aparat penegak hukum di Tulungagung perlu menilik latar balakang MA. Hidup sebatang kara di rumah membuatnya kesulitan dalam memecahkan masalah-masalah yang muncul.

"Dia (MA) ini kan kondisinya lemah, tidak ada support system. Sehingga yang diambil itu langkah yang berisiko tinggi. Melahirkan anak terus cupet, pikiran pendek," paparnya, Senin (4/8/2025).

Begitu mendapati permasalahan yang pelik, lanjut Fauzi, MA kesulitan untuk mendapatkan bantuan dari orang-orang terdekat di sekitarnya. Kondisi ini diduga membuatnya nekat menghabisi nyawa buah hatinya lantaran takut diketahui tetangga.

"Saya melihat itu kita perlu empati terhadap kondisi yang dihadapi oleh MA ini. Jadi, kalau memang support system rapuh, ya kita melihat dia sebagai sosok yang perlu mendapat dukungan," terangnya.

"Kondisi psikologinya dia tidak mendapatkan ruang aman dalam kehidupan sehari-hari. Yang diambil langkah yang berisiko," imbuh Fauzi.

Untuk itu dia mendorong penegak hukum untuk menempatkan MA sebagai sosok yang perlu mendapatkan pendampingan dan perlindungan selama menjalani proses hukum.

"Saya kira yang perlu saya tekankan, melihat dia sebagai sosok yang perlu mendapatkan pendampingan. Kan ada komisi perlindungan perempuan dan anak," paparnya.

Di sisi lain Fauzi juga berharap agar MA bisa koperatif selama menjalani proses dan siap dengan konsekuensi jika nantinya terbukti bersalah.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Sanggrahan Lor, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, digemparkan dengan penemuan jasad bayi yang terkubur di samping rumah seorang warga.

Peristiwa itu pertama kali terungkap pada Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung dilaporkan ke Polsek Boyolangu oleh ketua RT setempat.

Kasi Humas Polres Tulungagung Ipda Nanang Murdiyanto membenarkan adanya laporan tersebut. “Betul, pada Sabtu sore, Polsek Boyolangu menerima laporan terkait penemuan bayi yang telah dikubur. Lokasinya berada di samping rumah warga di Dusun Sanggrahan Lor, RT 001/RW 004,” terangnya. (dit/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #ibu bunuh bayi