Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Atlet Lempar Cakram Asal Tulungagung, Titis Bara Tisna, Sering Jajal Beragam Nomor Atletik, Meraih Perak dengan Penuh Perjuangan di Porprov Jatim 2025

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 5 Agustus 2025 | 14:00 WIB

 

Titis Bara Tisna (kanan) dengan pelatih, perempuan muda asal Kelurahan Karangwaru, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, patut menjadi sorotan karena prestasinya di ajang Porprov Jatim IX 2025.
Titis Bara Tisna (kanan) dengan pelatih, perempuan muda asal Kelurahan Karangwaru, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, patut menjadi sorotan karena prestasinya di ajang Porprov Jatim IX 2025.

 

TULUNGAGUNG-Titis Bara Tisna, perempuan muda asal Kelurahan Karangwaru, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, patut menjadi sorotan karena prestasinya di ajang Porprov Jatim IX 2025.

Dialah atlet lempar cakram asal Tulungagung yang baru saja menyabet medali perak dalam ajang paling bergengsi di tingkat provinsi.

Di balik medali itu, tersimpan kisah panjang perjuangan, tekad, dan semangat pantang menyerah hingga mempersembahkan medali untuk kontingen Tulungagung di ajang bergengsi tersebut.

Titis mengenal dunia atletik sejak duduk di bangku kelas 4 SD, namun bukan langsung jatuh cinta pada lempar cakram.

Dia sempat menjajal berbagai nomor seperti lari jarak pendek, lompat jauh, jalan cepat, dan tolak peluru.

“Saya saat SMP fokus di lempar cakram, karena waktu itu progresnya paling cepat terlihat,” ungkapnya, Senin (5/8/2025).

Lempar cakram bukan hanya tentang kekuatan fisik. Bagi Titis, nomor ini adalah ruang eksplorasi diri dan konsistensi, tempat dia menemukan potensi terbaiknya. Keputusan untuk fokus di nomor ini terbukti tepat.

Tak hanya menunjukkan peningkatan performa, dia juga berhasil mencetak rekor pribadi baru (PB) dengan lemparan sejauh 35,17 meter, naik dari PB sebelumnya di porprov 2023 yang hanya 32,80 meter.

“Waktu tahu dapat medali perak, rasanya campur aduk. Ada sedikit kecewa karena targetnya emas, tapi saya juga bahagia karena bisa pecah PB. Jadi saya memilih untuk lebih bersyukur,” kata perempuan berusia 22 tahun itu.

Perjalanannya menuju panggung porprov tak selalu mulus. Tantangan datang silih berganti. Kuliah di Kediri sambil tetap berlatih di Tulungagung membuatnya sering kelelahan hingga jatuh sakit.

“Kadang habis kuliah langsung latihan, pulang pergi Kediri-Tulungagung hampir tiap hari. Ditambah lagi, tidak ada puslatkab dari KONI, jadi latihan dan nutrisi semua mandiri,” ujarnya.

Baca Juga: Pelti Tulungagung Lakukan Evaluasi Intern setelah Hanya Raih Dua Perunggu di Porprov IX Jatim

Di balik segala keterbatasan itu, Titis tak sendiri. Dia punya support system yang kuat. Pelatihnya bernama Pungky, tak kenal lelah mendampingi latihan tanpa pamrih. Juga keluarga, teman-teman dari masa SD hingga kuliah, serta sosok spesial yang selalu memberi dukungan moril.

Polanya dalam menjalani latihan pun teratur. Dalam seminggu, dia mengombinasikan antara latihan gim dan teknik di lapangan. “Di rumah juga saya tambahkan porsi latihan penguatan dan teknik dasar,” jelasnya.

Dia mengaku, sempat susah membagi waktu. “Susah, tapi saya usahakan semua on time. Itu satu-satunya cara biar semua bisa jalan,” ungkapnya.

Di saat semangatnya turun, dia kembali mengingat tujuan awal. “Saya sudah sejauh ini, masa iya berhenti hanya karena lelah?,” katanya.

Kini, setelah medali perak di tangan, Titis membidik panggung nasional, bahkan internasional. Dia bermimpi bisa tak hanya tampil, tapi juga bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah dan negara.

“Kalau dikasih kesempatan, saya ingin lebih dari sekadar jadi peserta. Saya ingin berprestasi di tingkat nasional dan internasional,” katanya.

Dia turut berpesan untuk para atlet muda sederhana namun penuh makna. “Jangan menyerah. Memang tidak mudah, tapi kalau kita terus berlatih dan berdoa, tidak ada yang tidak mungkin. Nikmati prosesnya,” pungkasnya. (*/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#lempar cakram #tulungagung #Porprov Jatim 2025