Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pemkab Tulungagung Masih Punya PR untuk Menggenjot PAD Pasar Tradisional, Pasar Ngemplak Jadi Penyumbang Terbesar

Aditya Yuda Setya Putra • Selasa, 5 Agustus 2025 | 17:00 WIB

 

Realisasi PAD retribusi pasar tradisional di Tulungagung yang lebih dari 50 persen dalam enam bulan.
Realisasi PAD retribusi pasar tradisional di Tulungagung yang lebih dari 50 persen dalam enam bulan.

 

TULUNGAGUNG – Pemkab Tulungagung masih punya pekerjaan rumah (PR) untuk menggenjot PAD di semester kedua tahun ini. Itu tak lepas dari realisasi PAD retribusi pasar tradisional yang lebih dari 50 persen dalam enam bulan.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Perpasaran Disperindag Kabupaten Tulungagung, Yusantoso menerangkan bahwa, tahun ini dinas ditarget retribusi pasar tradisional sebesar Rp 4,5 miliar (M).

“Realisasi retribusi pasar yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tulungagung sampai dengan semester I kita sudah terealisasi Rp 2,5 miliar,” paparnya, Senin (5/8/2025).

Itu artinya, lanjut laki-laki yang karib disapa Santos ini, di semester pertama tahun ini persentase realisasi retribusi pasar tradisional mencapai sekitar 54,18 persen dari total target.

“Dari total keseluruhan itu kita menjabarkan dua jenis jasa. Yaitu jasa umum sama jasa usaha,” sebutnya.

Dia merinci, target retibusi jasa umum di tahun ini mencapai Rp 488 juta. Adapun realisasi di semester pertama tahun ini mencapai Rp 277 juta atau sekitar 56,7 persen.

“Yang kedua dari retribusi pelayanan pasarnya target kita di APBD 2025 Rp 3,3 miliar. Realisasi semester I kita sudah mencapai Rp 1,8 miliar atau persentasenya sekitar 54,2 persen,” kata Santos.

Dia menambahkan, target retribusi pasar grosir atau pertokoan di tahun ini mencapai Rp 230 juta. Di sepanjang semester I lalu, realisasi mencapai Rp 119,7 juta.

“Yang terakhir retribusi tempat khusus parkir ini kita targetnya Rp 532 juta. Realisasi kita Rp 279 juta atau sebesar 52,4 juta,” bebernya.

Dari total jumlah pasar tradisional di Tulungagung, Pasar Ngemplak disebut sebagai penyumbang retibusi terbesar. Selain karena kapasitas dan jumlah pedagang yang besar, waktu operasional Pasar Ngemplak juga jadi salah satu alasan tingginya sumbangan retribusi.

“Kalau Ngemplak itu ya hampir sekitar 30 persen (dari total retribusi). Karena memang jumlah pedagangnya sendiri juga hampir 30 persen dari keseluruhan pedagang kita yang ada, dan operasional pasarnya memang mereka hampir 24 jam,” bebernya.

Dengan realisasi yang mencapai sekitar 54 persen di enam bulan pertama di tahun ini, dinas harus siap dengan target anyar di semester kedua yang dibahas di dalam perubahan anggaran keuangan (PAK)tahun ini.

“Kemarin kita melihat paripurna terakhir juga di SPD sepertinya sudah ada kenaikan untuk PAK. Berkisar antara Rp 400 sampai 500 juta sampai akhir tahun ini,” akunya.

“Dengan kondisi seperti ini kita juga istilahnya harus mengoptimalkan lagi apa yang bisa kita gali potensi yang ada di pasar,” ucapnya. (dit)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #pad #disperindag #pasar tradisional