TULUNGAGUNG – Pengamat Pendidikan Ekonomi di Tulungagung, Bayu Cahyo Adi, menyampaikan gagasan penting terkait makna kemerdekaan.
Menurut pria yang juga dosen UBHI PGRI Tulungagung, kemerdekaan harus dimaknai sebagai hak warga mendapatkan perekonomian yang berkeadilan.
Pria yang tinggal di Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung ini mengungkapkan, kemerdekaan sesungguhnya berarti diakui dan dihargainya hak asasi individu sebagai manusia tanpa ada tekanan, paksaan, dan penindasan.
“Dengan mempertimbangkan hak sebagai manusia tersebut pada asas menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, dan moralitas yang tinggi,” jelasnya, Selasa (5/8/2025).
“Hal ini bisa dicontohkan dengan peraturan yang tidak memihak pada kalangan ekonomi tertentu,” ujar Bayu.
Dalam hal ini, baik masyarakat maupun pengambil kebijakan sepatutnya berpatokan pada prinsip moralitas lebih menekankan etika dalam menjalankan etika perekonomian secara baik.
Etika tersebut dapat dicontohkan dengan benar-benar menggunakan uang rakyat untuk pembangunan yang berkelanjutan.
“Membuat peraturan yang tidak memberatkan rakyat kecil dan mampu menjaga legitimasi nilai tukar rupiah di mata dunia,” terangnya. (dit/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah