RADAR TULUNGAGUNG – Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Tulungagung digelar di Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, pada Rabu (6/8).
Pemkab Tulungagung memastikan siap mendukung penuh operasional SPPG milik Polres Tulungagung, sekaligus bersiap mengoperasikan SPPG milik pemkab sendiri.
Baca Juga: SPPG Kalangan Ngunut Tulunggaung Resmi Salurkan MBG untuk 2.763 Penerima Manfaat, Berikut Rinciannya
Kapolres Tulungagung AKBP M Taat Resdi menerangkan, agenda kemarin digelar serentak di sejumlah jajaran polda dengan dipimpin Irwasum Polri secara daring.
“Jadi, SPPG Polres Tulungagung alhamdulillah dipilih menjadi salah satu SPPG yang dinilai paling representatif di jajaran Polda Jawa Timur, dan mungkin di seluruh jajaran Indonesia,” jelasnya.
Targetnya, SPPG Polres Tulungagung mulai dioperasikan per 21 Agustus mendatang. Lalu, SPPG ini ditarget memproduksi 3.857 porsi makanan bergizi per hari.
Jumlah itu mencakup 23 lembaga sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SMA sederajat.
“Jarak terjauh (yang di-cover oleh SPPG polres) itu SMK Negeri 2 Tulungagung. 2,5 kilometer, 7 menit. Jadi artinya, yang selain itu kurang dari itu,” ucapnya.
Baca Juga: Prabowo Prabowo: Juli Ini Sudah 6 Juta Penerima Manfaat MBG
Ada sekitar tiga desa di sekitar lokasi SPPG polres yang disasar. Mulai dari Sambirobyong sendiri, Bukur, hingga Sumberdadi. Lalu, ada sekitar 300 orang ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. “Itu sudah termasuk 3.857 (porsi) tadi,” kata Taat.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menerangkan, pemkab siap mendukung seluruh program pemerintah pusat, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Hari Koperasi ke-78, Koperasi Merah Putih di Tulungagung Sasar MBG untuk Optimalisasi Pasokan Bahan
Itu sebabnya, dia memastikan bahwa jajaran pemkab juga berencana untuk menyegerakan operasional SPPG milik pemkab yang masih dalam proses pengajuan ke pemerintah pusat.
“Saya akan koordinasi dengan Mbak Sebrina (koordinator SPPG Kedungwaru). Titik-titik mana yang harus pemkab itu ikut berperan aktif dalam program-program MBG,” sebutnya.
Ada tiga titik yang diusulkan oleh Pemkab Tulungagung ke pemerintah pusat. Saat ini, pemkab masih menanti jawaban dari pemerintah pusat atas lokasi yang diajukan.
“Kami secepatnya akan gerak. Jadi, pemkab ini nanti minimal harus ada satu lahan yang sudah bisa siap untuk operasional di tahun 2024, di akhir tahun nanti,” bebernya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana