RADAR TULUNGAGUNG - Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dievaluasi oleh Badan Gizi Nasional BGN) dan Pemkab Tulungagung.
Itu terkait rencana menambah jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung hingga akhir tahun ini.
Sampai saat ini, ada sebanyak 12 SPPG di Tulungagung. Delapan di antaranya sudah beroperasi secara penuh. Dalam prosesnya, operator mengalami sejumlah kendala selama proses pelaksanaan di lapangan.
"ltu biasanya di awal-awal itu mungkin termasuk distribusi itu kita masih tinjau lapangan agak mungkin molor. Atau mungkin bahannya ada yang kita perlu belanja ulang di hari itu. Kalau (kendala) teknis kan itu jam terbang saja," ujar Kepala SPPG Kedungwaru, Sebrina Mahardika.
Baca Juga: SPPG Milik Polres Tulungagung Resmi Diluncurkan, Sehari Diklaim Mampu Siapkan 3.857 Porsi Makanan
Meski begitu, dia memastikan bahwa hingga kini belum ada laporan kasus keracunan masal yang diakibatkan menu MBG dari SPPG.
Hal ini memang harus jadi salah satu perhatian utama. Sebab, cakupan satu unit SPPG terbilang luas.
Baca Juga: SPPG Kalangan Ngunut Tulunggaung Resmi Salurkan MBG untuk 2.763 Penerima Manfaat, Berikut Rinciannya
Untuk diketahui, satu SPPG ditarget memproduksi minimal 3.500 porsi dan maksimal 4.000 porsi MBG dalam sehari.
"Jadi ada yang mungkin baru-baru berjalan itu masih 3.000. Kan kita minimal 3.000. Jadi untuk menuju 4.000 kan bertahap, karena perlu pendataan. Rata-rata mungkin sekitar 3.500 sudah dilayani setiap SPPG," kata perempuan berjilbab ini.
Dia menambahkan, tidak ada aturan khusus yang menyebutlan bahwa lembaga sekolah wajib membuat pengajuan sebelum mendapatkan pelayanan MBG dari SPPG.
Penentuan lokasi sekolah justru didasarkan pada jarak antara SPPG dengan lembaga sekolah.
"Tidak ada prosedur khusus, karena memang di juknis itu kita melayani sekolah yang terdekat dengan SPPG secara jarak dan cakupan waktu 30 menit, maksimal jaraknya 6 kilometer. Tidak perlu mengajukan diri. Itu akan otomatis ter-cover oleh SPPG terdekat," tegasnya.
Baik BGN, Pemkab Tulungagung, dan berbagai pihak terkait memang sedang mengupayakan akselerasi.
Sebab, lanjut Sebrina, pemerintah pusat menargetkan seluruh siswa di Indonesia sudah tersentuh program MBG per 31 Desember 2025.
Baca Juga: Prabowo Prabowo: Juli Ini Sudah 6 Juta Penerima Manfaat MBG
Khusus di wilayah Tulungagung, BGN, pemkab, dan sejumlah pihak terkait menargetkan sebanyak 80 unit SPPG bisa dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan MBG bagi seluruh siswa sekolah.
Tapi, Sebrina belum dapat merinci batas waktu yang ditargetkan. Sebab, hal ini juga bergantung pada berbagai hal di lapangan.
"Itu kita masih mengikuti aja perkembangan. Harusnya ya tahun ini kita bisa mengejar itu dan memang badan gizi kan saat ini sedang dalam proses percepatan," sebut perempuan berkacamata ini. ****
Editor : Dharaka R. Perdana