TULUNGAGUNG – Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) kembali bergerak di bulan Agustus.
Mengawali pekan ini, Senin (11/8), Dinas Pertanian (Dintan) Kabupaten Tulungagung turun langsung ke lapangan melakukan monitoring tahap awal.
Fokusnya adalah memantau perkembangan bibit cabai besar, cabai rawit, dan tomat yang ditanam para siswa peserta SPI.
Monitoring perdana ini dipimpin oleh Ir Muchamad Mahmudi dan Imam Suryadi SP MM, yang mengunjungi 10 sekolah aktif peserta SPI:
1. SMP Negeri 1 Tulungagung
2. SMP Negeri 1 Kedungwaru
3. SMP Negeri 6 Tulungagung
4. MTs Negeri 1 Tulungagung
5. SMP Negeri 3 Tulungagung
6. SMP Negeri 2 Tulungagung
7. SMP Negeri 3 Kedungwaru
8. SMP Negeri 2 Kedungwaru
9. SMP Katolik Santa Maria
10. SMP Negeri 1 Boyolangu
Selain mengukur pertumbuhan dan kondisi tanaman sebagai bahan penilaian juri SPI, kunjungan ini juga menjadi ajang pendampingan teknis.
Tim Dintan memberikan arahan langsung seputar media tanam, pola perawatan, serta strategi menghadapi tantangan cuaca dan serangan hama.
“Monitoring ini bukan hanya evaluasi, tapi juga pembelajaran nyata bagi siswa tentang pentingnya produksi pangan lokal untuk membantu mengendalikan inflasi,” ujar tim Dintan.
Kehadiran tim monitoring disambut antusias oleh para siswa dan guru pendamping.
Banyak dari mereka menunjukkan hasil kebun edukasi dengan penuh semangat, berharap tanaman yang dirawat sejak awal program bisa tumbuh maksimal dan memberi nilai tambah bagi sekolah.
Monitoring lanjutan akan dilaksanakan ke sekolah-sekolah peserta lainnya dalam beberapa hari ke depan. Seluruh hasil pemantauan ini nantinya menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh SPI 2025 di Kabupaten Tulungagung.(*)
Editor : Vidya Sajar Fitri